Trenggalek - Ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek, dilepas langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.
Tahun ini total terdapat 192 CJH yang berangkat. Jumlah tersebut turun sangat signifikan, sekitar 50% dibanding kuota sebelumnya.
Terdapat aturan pembatasan kuota setelah keberangkatan haji tertunda 2 tahun akibat Pandemi Covid 19. Sesuai peraturan Kementrian Agama, jemaah yang diizinkan untuk berangkat haji, harus berusia di bawah 65 tahun dan telah melunasi pembayaran haji.
Baca juga: Bupati Trenggalek Serahkan LKPD 2024 pada BPK Perwakilan Jatim
Jemaah asal Trenggalek masuk pada gelombang I kloter 8 yang diberangkatkan pada dini hari tadi dari Pendopo Manggala Praja Nugraha menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Dari 192 CJH yang ada, tercatat 85 orang diantaranya merupakan jemaah haji laki-laki dan sisanya sebanyak 107 sisanya merupakan jemaah perempuan.
"Mereka dijadwalkan masuk asrama pagi ini sehingga diberangkatkan dini hari tadi," ujar Mas Ipin, sapaan akrab Nur Arifin, Kamis (9/6/2022).
Baca juga: Ratusan Tenaga Honorer di Trenggalek Pertanyakan Kejelasan Seleksi PPPK
Terbanyak calon jemaah dengan usia rentang 50 sampai 59 tahun dengan jumlah 87 orang. Sedangkan CJH rentang usia 60 hingga 64 sebanyak 59 orang.
Jemaah haji Trenggalek yang paling muda atas nama Muhamad Fahrur Rozikin (25) asal Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan. Sedangkan yang tertua atas nama Soimin (65) asal Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.
Baca juga: Bupati Trenggalek Sampaikan Pidato Awal Menjabat, Singgung Efisiensi
Mas Ipin berharap para jemaah dilancarkan dalam semua ibadahnya. Ia juga berpesan kepada jemaah agar selalu menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah haji ini. Selain perbedaan cuaca, padatnya aktivitas juga bisa membuat jemaah kelelahan.
"Saya mendoakan semoga diberi kelancaran saat berangkat. Di sana juga lancar, tidak ada kekurangan satu apapun," pungkasnya.