jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengajak jajarannya bekerja di desa agar bisa mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Melalui program "Makaryo Neng Deso", diharapkan semua OPD bisa mengenali dan menginventarisasi langsung kebutuhan masyarakat secara riil di lapangan. Dengan begitu struktur anggaran yang disusun benar-benar berbasis masyarakat karena pemerintah daerah turun langsung ke lapangan, mendengar keluh kesah mereka.
"Mulai tahun 2023 ini, setiap Hari Rabu kita canangkan menjadi kegiatan "Makaryo Neng Desa" (bekerja di desa). Seluruh OPD memang kita minta turun semuanya untuk menginventarisir masalah dan menyelesaikan masalah on the spot di situ," ucap Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggelek, Rabu (11/1/2023).
Baca juga: Bupati Trenggalek Sampaikan Pidato Awal Menjabat, Singgung Efisiensi
"Salah satunya ini tadi di sisi pertanian. Ada keluhan hama dan kita lakukan penyemprotan. Kemudian mereka membutuhkan air dan sebagainya, sehingga ini langsung terpotret," lanjut bupati muda ini.
Baca juga: Bupati Trenggalek Ditunjuk sebagai Penjabat Sementara Ketua Umum APKASI
Dengan program ini, kata Mas Ipin, seluruh OPD saat ini hampir tidak ada yang di kantor. Sekitar 40 persen akan memberikan pelayanan di lapangan.
Baca juga: Hasil Sementara Pilkada Trenggalek: Kotak Kosong Raih 56.216 Suara
"Kemudian setiap Jumat-nya akan kita inventaris, biasanya di coffee morning dibahas mana saja yang bisa ditangani cepat, mana yang harus menggunakan anggaran," tegas Mas Ipin.
"Kemudian mana yang sudah ada anggarannya dan mana yang belum teranggarkan. Ini yang akan diinventarisir sehingga struktur anggaran kita kedepan sudah benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat karena kita langsung melakukan tinjauan di lapangan," tandasnya.