Bupati Trenggalek Mas Ipin Ikut Nyadran di Dam Bagong, Ini Maknanya

Jumat, 07 Jun 2024 14:45 WIB
Reporter :
Bramanta Pamungkas
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat melempar kepala kerbau. (Foto: Prokopim Trenggalek)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengikuti upacara adat Nyadran Dam Bagong, di Kelurahan Ngantru. Dalam upacara ini mereka melarung kepala kerbau yang kemudian diperebutkan para warga.

Upacara tersebut digelar setahun sekali, setiap bulan Selo dalam sistem kalender Jawa. Warga menggelar upacara ini untuk memperingati jasa Adipati Menak Sopal yang telah membangun dam sehingga dapat mengairi area sawah mereka.

Rangkaian upacara adat ini diawali dengan kirab kepala kerbau dan tumpeng agung dari kawasan kampung menuju makam kompleks Makam Bagong, di Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Mas Pj Ali Kuncoro Apresiasi Warga Mojokerto Lestarikan Nyadran Jelang Ramadan

Selanjutnya warga bersama tokoh desa dan kepala daerah menggelar ziarah makam Ki Ageng Menak Sopal. Kemudian, potongan kepala kerbau beserta kulit dan tulangnya dibawa ke Dam Bagong untuk proses pelarungan.

Bupati yang akrab dipanggil Mas Ipin ini mengatakan semangat Nyadran ini adalah bersedekah dengan harapan mendapatkan berkah Allah SWT.

Nyadran Dam Bagong merupakan bentuk penghormatan masyarakat atas perjuangan Ki Ageng Menak Sopal yang telah berjasa membawa kemakmuran masyarakat setelah membangun Dam Bagong.

Baca juga: Pesan Bupati Trenggalek Mas Ipin saat Nyadran di Dam Bagong

Terlebih Dam ini diyakini selain sebagai sumber pengairan pertanian, juga dapat menampung air ketika musim kemarau dan mampu mengendalikan banjir ketika musim penghujan.

\

"Terima kasih seluruh masyarakat Ngantru dan Masyarakat Desa Kerjo, serta masyarakat yang juga menerima manfaat aliran sungai Dam Bagong. Terima kasih ini bentuk syukur. Kerbaunya memilih yang terbaik jadi syukurnya betul-betul syukur," ujarnya, Jumat (7/6/2024).

Kepala kerbau yang dilarung ini memiliki simbol performa dalam menjalankan tugasnya. Sosok kerbau sendiri merupakan lambang hewan yang biasa berkerja keras. Performa dan kerja keras ini dibutuhkan dalam sebuah kesuksesan.

Baca juga: Melihat Tradisi Nyadran Suku Tengger di Tengah Pandemi Covid-19

"Sebenarnya simbol kehormatan, kepercayaan. Jadi kalau membangun atau kita katakanlah sebagai pelayanan masyarakat, kepercayaan itu adalah segala-galanya," tuturnya.

Tradisi ini menjadi tontonan tersendiri bagi masyarakat. Mereka berebut kepala dan kaki kerbau yang dilempar ke dalam Dam Bagong. Warga harus menyelam mencari keberadaan kepala kerbau ini di kedalaman Dam Bagong.

"Saya doakan semuanya rezekinya lancar," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Trenggalek

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler