jatimnow.com–Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27, Bank Mandiri Jember menggelar aksi sosial dengan membersihkan sampah di kawasan wisata Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan ini melibatkan 40 karyawan Bank Mandiri serta komunitas lingkungan dan relawan yang tergabung dalam gerakan " Aksi Bersih Mandiri".
Assistant Vice President Bank Mandiri Jember, M. Taufik Hidayat mengatakan aksi ini merupakan bentuk nyata kontribusi insan Mandiri terhadap masyarakat dan lingkungan, di luar pencapaian kinerja bisnis.
Baca juga: SDN Pecoro 02 Jember Disegel Ahli Waris, Pemkab Pastikan Siswa Tetap Sekolah
“Pantai Pancer dipilih karena merupakan salah satu destinasi wisata kebanggaan Jember, namun seperti pantai lainnya, juga menghadapi tantangan kebersihan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.
Taufik menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial, namun bagian dari komitmen berkelanjutan dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami ingin menanamkan nilai bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Setiap insan Mandiri harus menjadi bagian dari perubahan positif dan membawa dampak nyata ke depan,” imbuhnya.
Baca juga: Kejahatan Online Meningkat, Indosat Hadirkan IM3 SATSPAM+
Selain membersihkan pantai, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Induk Karya Mandiri Jember, Ahmad Sugiarto, mengapresiasi keterlibatan Bank Mandiri dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Kolaborasi antara BUMN, akademisi, dan relawan sangat penting agar Jember bisa menjadi lebih bersih dan sehat. Langkah Bank Mandiri ini luar biasa, semoga terus berlanjut,” tuturnya.
Baca juga: Pemkab Jember Fasilitasi Warga Bertemu BPN, Bahas Solusi Banjir
Ahmad juga mengingatkan bahwa persoalan sampah di Pantai Pancer sebagian besar berasal dari hulu. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah dan memanfaatkan keberadaan bank sampah sebagai ujung tombak pengelolaan lingkungan.
“Kalau kesadaran sudah tumbuh, kita bisa cegah sampah sampai ke laut. Jangan buang sampah ke sungai. Itu kuncinya,” pungkasnya.