jatimnow.com-Puluhan desa/kelurahan di Tulungagung saat ini sudah mulai masuk ke dalam tahap proses pembangunan Koperasi Merah Putih. Proses pembangunan Koperasi Merah Putih ini ditargetkan rampung pada akhir bulan Februari 2026 mendatang.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) Tulungagung, Slamet Sunarto mengatakan, pihaknya terus melakukan pencatatan terhadap progres Koperasi Merah Putih di Tulungagung. Diketahui, saat ini sudah ada sebanyak 57 Desa/Kelurahan yang sudah dalam proses pembangunan gerai Koperasi Merah Putih.
Sebanyak empat desa diantaranya merupakan desa yang sudah ditunjuk untuk menjadi pilot project dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih di Tulungagung. Keempat desa itu yakni Desa Bono Kecamatan Boyolangu, Desa Bangun Jaya Kecamatan Pakel, Desa Gilang dan Desa Pulosari Kecamatan Ngunut.
Baca juga: Empat SD di Tulungagung Tak Dapat Siswa Baru, Tunjangan Guru Batal Cair
"Progres Koperasi Merah Putih di Tulungagung, saat ini sudah ada 57 desa/kelurahan yang sudah melakukan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih. Kami tidak bisa merinci ini desa mana saja, tetapi empat desa pilot project juga termasuk di dalamnya," ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Sesuai hasil pemetaan, pembangunan gerai Koperasi Merah Putih tidak bisa menggunakan lahan seluas 1000 meter persegi. Namun pada akhirnya telah disepakati jika untuk gerai Koperasi Merah Putih di Tulungagung luasnya hanya 600 meter persegi atau lahan seluas 20x30 meter persegi.
Baca juga: Dalami Riwayat Tanah, Kejari Tulungagung Geledah Kantor Kelurahan Kepatihan
Proses pembangunan 57 gerasi Koperasi Merah Putih sudah dilakukan secara langsung oleh PT. Agrinas dan TNI. Dengan begitu, ditargetkan jika pembangunan fisik gerai Koperasi Merah Putih di Tulungagung itu akan rampung pada akhir bulan Februari 2026 dan sudah bisa beroperasi.
"Kalau untuk desa/kelurahan lainnya, saat ini masih dalam proses pendataan lokasi yang akan dipakai untuk gerai Koperasi Merah Putih serta perencanaan pembangunan," tuturnya.
Disinggung terkait sistem permodalannya, Slamet menyebut PT. Agrinas akan menyalurkan anggaran senilai Rp3 miliar. Jumlah tersebut digunakan untuk pembangunan fisik Rp2,5 miliar dan Rp500 juta untuk operasional. Setelah pembangunan fisik selesai, nantinya proses dilanjutkan dengan operasional termasuk sumber daya manusia (SDM).
Baca juga: Guru SDN di Tulungagung Rela Iuran Untuk Mendapat Siswa Baru
Sedangkan untuk tenor pinjamannya, pihaknya belum tahu pasti bagaimana perhitungannya, namun diyakini akan sama dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 49. Sesuai aturan itu, diketahui jika tenor pinjaman yakni selama 6 tahun untuk melunasi pinjaman dengan bunga sekitar 6 persen dan dana pinjaman itu bersumber dari Dana Desa (DD).
"Jadi nanti kalau sudah masuk tahap operasional yang artinya pembangunan fisik sudah selesai, maka Koperasi Merah Putih mulai menyediakan keperluan untuk usahanya dengan 7 jenis usaha," pungkasnya.