Jangan Salah Naik Kereta, KAI Daop 8 Surabaya Terapkan Denda Dua Kali Lipat

Rabu, 31 Des 2025 16:49 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Kepadatan calon penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng, pada Rabu (31/12/2025). (Foto: Humas KAI/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya memperketat pengawasan terhadap mobilitas penumpang di tengah puncak arus libur Tahun Baru 2026.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan setiap individu mendapatkan hak kenyamanan yang sama tanpa terganggu oleh penumpang yang salah naik kereta atau dengan sengaja melakukan perjalanan melebihi relasi yang tertera pada tiket kereta api.

Ketegasan ini bertujuan menjaga ketepatan waktu perjalanan yang menjadi nyawa layanan kereta api. Terlebih, mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur tengah berada pada titik tertinggi sepanjang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga: KAI Daop 8 Tambah Jadwal Kereta Januari 2026, Cek Rute Favoritnya

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa kepatuhan pada data tiket bukan sekadar urusan administratif, melainkan kunci ketertiban bersama. Penumpang yang terbukti sengaja turun melewati stasiun tujuan akan menerima konsekuensi finansial hingga sanksi sosial.

"Kami mengenakan denda sebesar dua kali lipat dari tarif parsial terendah kelas pelayanan yang digunakan. Perhitungannya mulai dari stasiun tujuan asli di tiket sampai lokasi penumpang diturunkan paksa," ujar Mahendro, Rabu (31/12).

Pelanggar wajib melunasi denda tersebut dalam waktu maksimal 24 jam di stasiun terdekat. Jika membandel atau mengulangi kesalahan serupa, KAI tidak segan melakukan pemblokiran layanan. Pelanggar terancam dilarang menggunakan jasa kereta api selama 90 hingga 180 hari.

Sikap tegas ini muncul karena perilaku "kebablasan" atau salah naik kereta kerap memicu kegaduhan antarpenumpang dan mengganggu manifes perjalanan yang sudah tersusun rapi.

Baca juga: Puncak Nataru, Dirut KAI Turun ke Surabaya Pastikan Penumpang Nyaman

Berdasarkan data hingga Rabu (31/12) pukul 10.00 WIB, sebanyak 40.560 orang memadati stasiun-stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya. Stasiun Surabaya Gubeng memimpin volume tertinggi dengan total 11.821 penumpang, disusul Surabaya Pasarturi (10.964), dan Malang (6.654).

\

Secara akumulatif, sejak 18 Desember lalu, Daop 8 Surabaya telah melayani 779.373 pelanggan. Meski arus penumpang sangat padat, KAI memastikan ketersediaan kursi masih mencukupi bagi masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun di luar kota.

"Saat ini tiket terjual sekitar 88,8 persen dari total kapasitas. Masih ada sekitar 50.265 tempat duduk yang bisa dimanfaatkan warga untuk bepergian," tambah Mahendro.

Baca juga: Nataru 2025: Commuter Line Surabaya Padat, Gubeng Jadi Titik Paling Sibuk

Rute menuju Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Ketapang tetap menjadi primadona. Kereta api seperti KA Argo Semeru dan KA Sancaka menjadi pilihan utama warga karena faktor ketepatan waktu.

Demi menghindari sanksi dan ketidaknyamanan, petugas di stasiun secara rutin melakukan sosialisasi di area boarding. Pelanggan disarankan tiba lebih awal untuk mencermati kembali nomor kursi, nama kereta, hingga jam keberangkatan.

KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan dengan matang agar momen liburan bersama keluarga tidak terganggu oleh kendala teknis akibat kelalaian pribadi.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler