1.192 CJH Tulungagung Lunasi Bipih Tahun 2026, Didominasi Lansia

Kamis, 22 Jan 2026 09:59 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Foto: Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tulungagung, Suryani. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Sampai akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua di awal bulan Januari 2026, tercatat 1.192 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Tulungagung telah melunasi pembayaran Bipih.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Tulungagung, Suryani mengatakan, 1.192 itu merupakan penggabungan dari CJH reguler dan diprediksi berangkat tahun ini serta cadangan. Dari catatan yang dimilikinya, diperkirakan tahun ini ada 1.144 CJH yang akan berangkat, namun pihaknya berharap jumlah tersebut bisa bertambah ketika mendekati hari pemberangkatan nanti.


“Total ada 1.192 orang termasuk cadangan. Yang berangkat tahun ini insyaallah sekitar 1.144 jamaah,” ujarnya, Kamis (22/1/2025).

Baca juga: Minibus Muat Rombongan Santri Asal Kediri Terguling di Tulungagung

Jamaah asal Tulungagung diperkirakan akan tergabung dalam kloter akhir, atau urutan Kloter 100 ke atas. Keberangkatan CJH ini dijadwalkan pada bulan Mei mendatang.

“Prediksi keberangkatan sekitar pertengahan Mei 2026. Kloter Tulungagung kemungkinan masuk kloter terakhir, namun masuk kategori Kloter awal yang berangkat di Wilker Kediri,” terangnya.

Yang cukup menjadi perhatian, komposisi CJH Tulungagung tahun ini didominasi oleh jamaah lanjut usia. Suryani menyebut, sekitar 70 persen jamaah masuk kategori lansia dengan usia 60 tahun ke atas.

Baca juga: Pasca Diare Masal, Satgas MBG Tulungagung Lakukan Survey Epidemiologi ke Siswa

“Untuk lansia sesuai porsi Lansia dari Kementrian itu ada 70 orang dengan usia diatas 85 tahun, tapi secara keseluruhan, sekitar 70 persen jamaah kita masuk kategori lansia, masuk kategori Lansia karena usianya diatas 60 tahun," jelasnya.

\

Suryani mencatat, ada 4 CJH yang sudah masuk daftar keberangkatan namun tidak bisa berangkat tahun ini karena dinyatakan tidak Istitaah, mereka adalah CJH yang sakit Stroke, Pikun atau Demensia dan Jantung.

“Ada empat jamaah yang tidak istitaah karena kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, pikun demensia, dan stroke. Mereka dipastikan tidak bisa berangkat, salah satunya itu juga dinyatakan tidak Istitoah di tahun sebelumnya,” ungkap Suryani.

Baca juga: Empat Wilayah Jadi Sasaran Utama Pembangunan Jalan Tulungagung 2026

Untuk biaya haji tahun ini, Suryani menyebut Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1447 H/2026 M ditetapkan sekitar Rp 93 juta. Namun, biaya yang harus dilunasi oleh calon jamaah haji atau Bipih adalah sekitar Rp 33 juta.

“Pelunasan yang dibayarkan jamaah sebesar Rp 33 juta,jadi setelah setoran awal Rp 25 juta itu, kemudian ditambahi pelunasan Rp 33 juta,” pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler