Pixel Code jatimnow.com

NasDem Surabaya Perkuat Soliditas Kader Lewat Pendidikan Politik

Editor : Yanuar D   Reporter : Fatkhur RIzky
Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin, serta jajaran pengurus DPD NasDem Surabaya. (Foto: Fatkur Rizki/jatimnow.com)
Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin, serta jajaran pengurus DPD NasDem Surabaya. (Foto: Fatkur Rizki/jatimnow.com)

jatimnow.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Surabaya terus memperkuat kapasitas dan soliditas kader melalui kegiatan pendidikan politik yang digelar di Kantor DPW Partai NasDem Jawa Timur, Surabaya, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Lita Machfud Arifin, serta jajaran pengurus DPD NasDem Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Lita menegaskan bahwa pendidikan politik menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman kader terhadap visi dan misi Partai NasDem sekaligus membangun soliditas organisasi hingga tingkat akar rumput.

Menurutnya, kegiatan pendidikan politik yang rutin dilaksanakan oleh DPD NasDem Surabaya di bawah kepemimpinan Syaiful Ma’arif merupakan langkah positif untuk membangun kekompakan kader partai.

“Alhamdulillah kegiatan pendidikan politik yang dipimpin Ketua DPD Surabaya sudah beberapa kali dilaksanakan. Ini sangat baik untuk memperkuat soliditas kader agar mereka memahami visi dan misi Partai NasDem,” ujar Lita.

Ia juga menyebut bahwa Surabaya dan Sidoarjo merupakan daerah pemilihannya di DPR RI, sehingga dirinya memiliki perhatian khusus terhadap penguatan struktur dan kaderisasi partai di wilayah tersebut.

Lita optimistis, dengan keseriusan dan kekompakan seluruh kader, Partai NasDem mampu meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029 mendatang.

“Tentunya dengan keseriusan, kesungguhan seluruh kader dan soliditas kita bersama, saya yakin ke depan Partai NasDem akan mengalami peningkatan yang signifikan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi harus dimulai dari kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Untuk saat ini kita fokus menunjukkan kerja-kerja nyata terlebih dahulu. Pemilu masih cukup lama, jadi kita buktikan dulu kinerja nyata kepada masyarakat. Dari situ nanti partisipasi masyarakat dalam pemilu akan meningkat dengan sendirinya,” jelasnya.

Baca juga:
Aksi Nyata NasDem Surabaya pada Korban Kebakaran di Sukomanunggal

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Surabaya, Syaiful Ma’arif, mengatakan pendidikan politik menjadi program rutin yang dirancang untuk memberikan manfaat tidak hanya bagi partai, tetapi juga bagi masyarakat.

Menurutnya, penguatan struktur partai menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

“DPD bersama seluruh jajaran telah mempersiapkan bagaimana pendidikan politik ini bisa bermanfaat bagi partai sekaligus masyarakat. Kita memperkuat struktur mulai dari DPD, DPC hingga DPRT di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan berbagai badan sayap partai juga dilibatkan untuk mendukung program kaderisasi dan penguatan organisasi.

Syaiful menjelaskan pendidikan politik yang rutin digelar selama hampir satu tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap kader partai.

Baca juga:
Turnamen Futsal DPD NasDem Surabaya Meriahkan HUT Partai, 24 Tim Ambil Bagian

“Tujuannya agar kader menjadi lebih solid, kompak dan militan. Konsep ini sudah kita jalankan hampir satu tahun dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh struktur partai,” katanya.

Selain pendidikan politik, DPD NasDem Surabaya juga menggelar berbagai program lain seperti kegiatan sosial hingga olahraga guna mempererat kebersamaan antar kader.

“Kami juga mengadakan kegiatan lain seperti pertandingan futsal dan kegiatan sosial. Ini menjadi sarana untuk menguji militansi kader sekaligus mempererat kebersamaan,” ungkapnya.

Syaiful menegaskan bahwa dalam dinamika organisasi, kritik dan diskusi terbuka justru menjadi bagian penting untuk memperkuat partai.

“Kalau ada kritik atau perdebatan itu hal yang biasa. Justru itu menunjukkan mereka peduli terhadap partai. Dari situ militansi kader akan semakin kuat,” pungkasnya.