jatimnow.com-Kasus keracunan yang diduga disebabkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya kasus keracunan terjadi di SMKN 3 Boyolangu dan SMK Sore, kini siswa di SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung mengalami hal serupa. Pihak Dinas Kesehatan setempat telah mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangrejo 2 untuk mengambil sampel makanan yang diduga mengakibatkan keracunan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan pihaknya menerima laporan adanya laporan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah pelajar di SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung pada Jumat (23/01/2026) pagi. Para siswa yang mengalami gangguan hanya mendapatkan perawatan di UKS, dan tidak dirujuk ke puskesmas. Aris juga belum dapat memastikan apakah keluhan siswa tersebut disebabkan konsumsi MBG.
"Kami masih mendalaminya, apakah disebabkan karena MBG atau bukan. Karena ada pelajar yang tidak mengkonsumsi MBG tapi mengalami diare. Makanya, kami takut datanya tidak tepat," ujarnya, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Tak Alami Efesiensi, Ini Besaran Banpol yang Diterima Parpol di Tulungagung
Sebagai langkah preventif, Dinkes Tulungagung telah mengambil sampel MBG di SPPG Karangrejo 2. Diketahui bahwa SPPG tersebut merupakan distributor MBG untuk SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung.
"Kami sudah mengambil sampel MBG di SPPG Serut. Sampel makanan yang kami ambil adalah makanan disalurkan pada Kamis dan Rabu lalu," tuturnya.
Ada beberapa sampel MBG yang diambil yakni nasi, ayam, cap jay dan beberapa makanan lainya. Sampel akan dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
Baca juga: Gudang Milik Dinkes Tulungagung Terbakar, Ini Penyebabnya
"Sampel ini diambil sebagai langkah preventif dan memastikan apakah ada keterkaitan dengan laporan yang kami dapat," paparnya.
Sebagai tindak lanjut, tim dari Dinkes juga melakukan Survei Epidemiologi (SE) ke SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah masih ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
"Sampai saat ini kami belum menerima laporan siswa yang dirujuk ke puskesmas," pungkasnya.
Baca juga: SPPG di Tulungagung Menyampaikan Permintaan Maaf Terkait Kasus Dugaan Keracunan
Kasus keracunan yang diduga karena menu MBG ini sudah tiga kali terjadi dalam waktu sepekan terakhir. Mayoritas korban keracunan merupakan siswa SMK dan MAN. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti keracunan ini. Pihak Dinkes telah mengirim sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.