Gajah Gonzales Lepas dari Belenggu Rantai, Pengamat Puji Respons Cepat BBKSDA

Rabu, 04 Feb 2026 17:54 WIB
Reporter :
Ali Masduki
BBKSDA Jatim pastikan Gajah Gonzales di KBS kini bebas rantai dan aktif beraktivitas. (Foto: APECSI/jatimnow.com)

jatimnow.com – Kabar baik datang dari balik pagar Kebun Binatang Surabaya (KBS). Gajah jantan bernama Gonzales, yang sebelumnya dilaporkan terus terikat rantai, kini mulai menikmati ruang geraknya.

Tim SKW III Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur memastikan satwa bertubuh besar itu sudah aktif beraktivitas di kandang peraga tanpa kekangan permanen.

Langkah cepat otoritas konservasi ini menuai pujian dari Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI).

Baca juga: Dicari Pemimpin Kebun Binatang Surabaya, Apecsi: Stop Direktur "Odong-Odong"!

Koordinator APECSI, Singky Soewadji, menilai transparansi dan kecepatan BBKSDA Jatim dalam menindaklanjuti laporan masyarakat patut menjadi standar baru bagi wilayah lain.

Saat tim melakukan pemantauan di lapangan pada Rabu (4/2/2026), Gonzales terlihat asyik mendampingi gajah betina bernama Hilir.

Di bawah pengawasan mahout (pawang), gajah Gonzales tampak berjalan mengelilingi area, berendam di kolam, hingga mencoba berbagai sarana stimulasi lingkungan yang tersedia.

"Kami mengapresiasi BBKSDA Jatim yang langsung turun tangan. Ini bentuk nyata kepedulian terhadap hak satwa," ujar Singky.

Baca juga: APECSI: Selamatkan Satwa KBS dengan Pemimpin Kompeten dan Strategi Tepat

Pihak pengelola KBS kini menerapkan sistem rotasi agar seluruh gajah memiliki waktu yang cukup untuk bergerak bebas di luar kandang inap.

\

Aktivitas fisik ini krusial agar perilaku alami satwa tetap terjaga sekaligus mencegah stres akibat ruang gerak yang terbatas.

Selain urusan kebebasan bergerak, KBS juga menunjukkan perubahan besar dengan menghapus total atraksi tunggang gajah.

Baca juga: KBS Surabaya Hadirkan Rabbits in Wonderland, Edukasi Kelinci Unik untuk Anak!

Kebijakan tersebut sejalan dengan instruksi Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan yang melarang pemanfaatan satwa untuk kegiatan yang mengeksploitasi fisik secara berlebihan.

Singky berharap konsistensi ini tidak hanya berhenti di Surabaya. Menurutnya, lembaga konservasi lain harus meniru langkah KBS dalam memanusiakan satwa koleksinya.

"Sikap responsif BBKSDA Jatim ini seharusnya menjadi contoh bagi balai-balai KSDA di daerah lain saat menerima keluhan publik terkait kesejahteraan satwa," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler