Bukan Cuma Orang Tua, Saudara Sekandung Jadi Kunci Tumbuh Kembang ABK

Minggu, 22 Feb 2026 13:18 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Interaksi sehari-hari mulai dari bermain bersama hingga konflik kecil menjadi sarana belajar yang efektif. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Dalam ekosistem tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK), pandangan sering kali hanya tertuju pada peran orang tua. Padahal, ada sosok lain yang memegang kunci keberhasilan adaptasi sosial mereka dalam jangka panjang, yakni saudara sekandung.

Coordinator Associate Pendidikan Inklusi Cikal, Muthia Devita, menjelaskan bahwa saudara kandung adalah jembatan emosional dan sosial yang paling dekat.

Kehadiran mereka menjadi sangat vital, terutama untuk menjamin keberlangsungan hidup ABK di masa depan ketika orang tua sudah tidak ada.

Baca juga: Jangan Lewatkan! WILBEX 2025 Hadirkan Promo dan Hiburan untuk Keluarga, Cek jadwal & lokasinya

“Saudara sekandung memberikan pengalaman hidup nyata yang berkelanjutan. Mereka adalah teman interaksi harian yang membantu optimalisasi perkembangan ABK secara adaptif,” ujar Muthia.

Menurut Muthia, setidaknya ada dua fungsi utama yang diperankan oleh saudara kandung dalam kehidupan seorang ABK.

Pertama, teladan komunikasi dan perilaku sosial. Sebagai orang terdekat selain orang tua, saudara kandung menjadi role model yang paling mudah diamati.

Melalui proses peniruan (imitasi), ABK belajar cara mengekspresikan keinginan, berbagi, hingga memahami aturan sosial yang berlaku di masyarakat.

Baca juga: Warga Mojokerto Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis

Kedua, laboratorium regulasi emosi. Interaksi sehari-hari, mulai dari bermain bersama hingga konflik kecil menjadi sarana belajar yang efektif.

\

Di sinilah ABK berlatih mengenali emosi, menenangkan diri, dan memahami batasan-batasan dalam hubungan antarmanusia.

Membangun kedekatan antara ABK dan saudara kandungnya bukan melulu soal berapa banyak waktu yang dihabiskan bersama, melainkan kualitas dari interaksi tersebut.

Muthia juga mengungkap tantangan besar yang sering muncul, yakni adanya persepsi dari saudara kandung bahwa ABK adalah sosok yang sulit dipahami atau "orang lain".

Baca juga: Pemerhati Pendidikan Sidoarjo Ajak Orang Tua Simpan Handphone saat Bersama Anak

Untuk memecah sekat ini, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan arahan yang tepat.

“Orang tua perlu menciptakan lingkungan yang mendukung agar kedua anak mereka bisa saling memahami. Jika saudara kandung diberi kesempatan untuk mempelajari pola komunikasi ABK secara langsung, kualitas hubungan akan terbentuk dengan sendirinya,” tambahnya.

Melalui pendekatan yang inklusif di lingkungan keluarga, anak berkebutuhan khusus diharapkan dapat tumbuh lebih mandiri dan memiliki sistem pendukung (support system) yang kuat di dalam rumah mereka sendiri.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler