Markas UKM Dorong Digitalisasi Usaha Lewat Ngabuburit di Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 10:33 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Ratusan pelaku UMKM Jawa Timur berkumpul di Surabaya untuk membedah strategi naik kelas, akses modal, hingga digitalisasi sambil berbagi takjil. (Foto: Markas UKM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan pelaku usaha kecil menengah yang tergabung dalam komunitas Markas UKM memadati Tunjungan Electronic Center, Selasa (24/2/2026).

Mereka tak sekadar menunggu waktu berbuka, melainkan membedah tuntas strategi agar UMKM Jawa Timur bisa segera naik level melalui akses permodalan dan transformasi digital.

Agenda bertajuk "Ngabuburit UMKM" ini mempertemukan lebih dari 150 pengusaha dari berbagai daerah, termasuk mereka yang rela datang jauh-jauh dari Kediri.

Baca juga: Daftar Bukber Hotel Surabaya 2026, dari Menu Sultan Hingga Paket Hemat

Fokusnya jelas, yakni membekali pelaku usaha dengan instrumen praktis untuk bertumbuh di tengah kompetisi pasar yang kian ketat.

Dwi Hardianto dari BFI Finance Surabaya membuka sesi dengan menguliti aturan main permodalan. Menurutnya, pemahaman soal literasi keuangan menjadi fondasi utama sebelum pelaku usaha memutuskan untuk mengambil suntikan modal pengembangan bisnis.

Geliat diskusi semakin tajam saat masuk ke ranah digital. Dadang Bagus Setiyobudi dari Fluence.ID bersama Amdex Dwi Satyo Yudho (Pendamping Halal Surabaya) memaparkan bahwa "naik kelas" bukan sekadar jargon.

Hal itu harus dibuktikan dengan penguasaan strategi konten kreator untuk pemasaran serta kelengkapan izin usaha sebagai syarat mutlak pasar modern.

Kehadiran anggota DPD/MPR RI, Lia Istifhama, menambah suntikan moral bagi para peserta. Tokoh yang karib disapa Ning Lia ini menjanjikan langkah konkret untuk menjembatani pelaku usaha dengan pemangku kebijakan.

"UMKM bisa tumbuh lewat berbagai celah, namun intinya adalah penjualan yang konsisten naik. Sinergi itu mutlak. Saya berkomitmen membuka jalur komunikasi dengan dinas terkait agar Markas UKM bisa masuk dalam ekosistem yang lebih luas," tegas Ning Lia di hadapan peserta.

Baca juga: UMKM Jawa Timur Keluhkan Akses KUR ke Anggota DPD RI Ning Lia

Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, menjelaskan bahwa momentum Ramadhan sengaja dipilih untuk mengawinkan sisi spiritual dengan peningkatan kapasitas diri.

\

Ia ingin para anggotanya pulang membawa pengetahuan baru, bukan sekadar perut kenyang setelah berbuka.

"Kami mengajak kawan-kawan mengisi waktu dengan hal produktif. Selain belajar dari para mentor, ada semangat berbagi lewat donasi dan tebar takjil. Kami ingin keberkahan bulan ini juga berdampak pada peningkatan insight bisnis mereka," ujar Koko.

Antusiasme peserta terlihat jelas, salah satunya Joko, pelaku UMKM asal Kediri yang nekat menempuh perjalanan jauh demi acara ini.

Baca juga: Untuk Wakil Rakyat, Cukup Sudah Pilih Kucing dalam Karung, Cek Rekam Jejak!

Ia menilai materi yang disajikan sangat relevan dengan kendala yang dihadapi di lapangan.

"Acaranya berbobot, itulah alasan saya jauh-jauh datang dari Kediri. Markas UKM selalu punya cara mengemas edukasi yang keren," akunya.

Aksi nyata ditunjukkan menjelang azan maghrib. Para peserta bersama pengurus Markas UKM turun ke Jalan Tunjungan untuk membagikan 250 paket takjil kepada pengguna jalan sebelum akhirnya menutup kegiatan dengan buka puasa bersama.

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Markas UKM dengan berbagai mitra strategis seperti BFI, Cheers, TEC, Fluence, dan Kawan Rumah Literasi Digital.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler