jatimnow.com - PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melakukan penggantian isolator pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV jalur Paiton-Grati #2. Penggantian dilakukan dalam upaya memperkuat keandalan pasokan listrik pada sistem backbone 500 kV Jawa-Bali.
Pengerjaan dilaksanakan di Tower 48 Phasa T (atas), tepatnya arah tower kecil string luar atas dan bawah. Sebanyak 14 personel Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dan 6 personel regu pemeliharaan jaringan diterjunkan untuk melakukan penggantian isolator tension flash tanpa memadamkan aliran listrik.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja menyatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dan evaluasi berkelanjutan guna menjaga stabilitas sistem transmisi.
Baca juga: Panel Surya ITS Atasi Krisis Listrik di Kampung Hidroponik Surabaya
“Ini juga sebagai tindak lanjut hasil evaluasi pasca gangguan reclose sebelumnya agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Penggantian isolator dilakukan menggunakan metode PDKB, yakni teknik pemeliharaan jaringan dalam kondisi tetap bertegangan. Metode ini memungkinkan perbaikan dilakukan tanpa memutus pasokan listrik ke pelanggan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Baca juga: PLN Tinjau Sutet di Area Tambang Batu Kapur Lamongan, Rawan Longsor
Ika menjelaskan, isolator merupakan komponen vital dalam sistem transmisi listrik yang berfungsi sebagai penyekat antara bagian bertegangan dan tidak bertegangan.
Penggantian dilakukan karena adanya penurunan standar kemampuan isolasi yang berpotensi memengaruhi keandalan jaringan apabila tidak segera ditangani.
Baca juga: PLN Gelontor 174 Juta Untuk Pengembangan UMKM Nelayan di Gresik
Ika mengaku, pemeliharaan yang dilakukan juga sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi peningkatan kebutuhan listrik selama Ramadan, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat pada malam hari.
Dengan pemeliharaan preventif berkala dan optimalisasi kesiapan personel serta peralatan, ia berharap sistem transmisi Jawa-Bali tetap andal sepanjang Ramadan.