Inovasi Kapal Gas ITS Sabet Juara 2 Dunia di Kompetisi Feri New York

Kamis, 05 Mar 2026 23:55 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Visualisasi penumpang yang turun dari MV Great Idia, rancangan Tim Nawasena ITS yang berhasil meraih Juara 2 International Student Design Competition 2026. (Foto: Tim Nawasena ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan taringnya di kancah maritim global. Melalui Tim Nawasena, mereka sukses mengamankan posisi kedua dalam International Student Design Competition 2026 yang digelar oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA).

Inovasi yang dibawa adalah MV Great Idia, sebuah desain kapal feri futuristik yang menggunakan teknologi Compressed Natural Gas (CNG).

Berkat capaian ini, tim yang beranggotakan 10 mahasiswa tersebut diundang untuk menyampaikan pidato penghargaan di New York City, Amerika Serikat, pada awal Mei mendatang.

Baca juga: Kisah Inspiratif Christopher, Dalang Tionghoa ITS yang Dobrak Sekat Inklusi

Pertarungan ide ini tergolong sengit karena diikuti oleh 18 tim dari sembilan negara, mulai dari Inggris, Amerika Serikat, hingga Mesir.

Tim Nawasena merancang MV Great Idia secara spesifik untuk menjawab tantangan transportasi di rute Lokoja – Onitsha, Sungai Niger, Nigeria.

Ketua Tim Nawasena ITS, Bachtiar Shifa Bahari, menjelaskan bahwa kapal ini menggunakan desain lambung wave-piercing catamaran. Model itu sengaja dipilih agar kapal tetap stabil dan lincah meski beroperasi di perairan sungai yang dangkal.

"Desain ini efektif memangkas hambatan air, sehingga operasional kapal jauh lebih efisien," ungkap Bachtiar, Kamis (05/3/2026).

Baca juga: Alumnus ITS Jadi Profesor di Inggris, Gunakan Digital Twins Selamatkan Nyawa

Dengan dimensi panjang 35 meter, kapal ini sanggup mengangkut 200 penumpang dan beban kargo hingga 16 ton. Selain tangguh secara fisik, MV Great Idia mengedepankan aspek energi hijau.

\

Sistem kelistrikannya mengandalkan kombinasi generator bahan bakar gas, panel surya, serta teknologi waste heat recovery yang mampu mendaur ulang panas sisa menjadi energi.

Langkah ini selaras dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam menekan emisi karbon di sektor transportasi air. Tak hanya soal mesin, tim juga memikirkan kendala infrastruktur di Afrika.

Baca juga: Doktor ITS Kembangkan AI Deteksi Mental Health Lewat Jejak Digital

"Karena dermaga di sana terbatas, kami lengkapi kapal dengan pintu rampa depan (forward ramp door) dan derek internal (onboard crane). Jadi, bongkar muat barang bisa dilakukan secara mandiri tanpa tergantung fasilitas pelabuhan," tambahnya.

Dari sisi keamanan, kapal ini dibekali sistem Nawasena Navigation Assisted (NAVENA). Teknologi kecerdasan ini bertindak sebagai peringatan dini untuk mencegah tabrakan di jalur sungai yang padat.

Prestasi ini memperpanjang catatan emas Nawasena di panggung internasional. Sejak 2022, tim ini konsisten naik podium dalam berbagai kompetisi desain kapal dunia, membuktikan bahwa riset mahasiswa Indonesia mampu menjawab tantangan industri maritim secara kontekstual dan berkelanjutan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler