jatimnow.com-Program makan bergizi gratis (MBG) di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Malang menuai kritik usai ditemukan makanan mengandung belatung. Kejadian ini ditemukan oleh wali murid saat makanan dengan menu puding stroberi itu dibagikan dan dibawa pulang ke rumah masing-masing.
Dari informasi yang dihimpun, makanan berbelatung itu ditemukan pada salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di kawasan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Makanan itu dicek oleh salah satu wali murid dan direkam sembari menunjukkan belatung yang masih hidup.
Pada video berdurasi sekitar 26 detik yang beredar terlihat puding stroberi itu terdapat belatung dalam ukuran kecil. Belatung itu bahkan masih hidup dan bergerak-gerak di antara buah stroberi.
"Bu ngapunten, ini ada belatungnya masih hidup, gerak-gerak," kata wali murid yang enggan disebutkan namanya saat merekam video menu MBG itu.
Menurutnya, menu MBG yang menuai kritikan itu ditemukan pada beberapa anak di kelas 3 dan kelas 6. Keluhan itu muncul di sejumlah wali murid kelas 3 dan 6 pada SDN tersebut. Wali murid itu lantas merekam video tersebut hingga berujung tersebar di beberapa grup WhatsApp.
"Awalnya wali murid kelas 6 menghubungi saya, menginfokan kalau pudingnya ada belatungnya. Setelah dicek dan dibagikan fotonya, ternyata kejadian ini dialami juga di kelas lain, kemungkinan merata," ucap wali murid tersebut kepada awak media, pada Selasa petang (3/3/2026).
Temuan menu MBG yang ada belatung itu memperpanjang menu makanan tak sesuai standar. Dirinya mencatat sudah ada empat kali wali murid melayangkan keluhan terkait kebersihan dan higienitas makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Baca juga:
Kandang Ayam di Malang Roboh, 2 Pekerja Tewas Tertimpa Struktur Bangunan
Sebelumnya kata dia, polemik sempat muncul terkait pemberian susu murni rebusan yang dikemas dalam botol kecil tanpa label higienis yang jelas. Diduga menu itu menyebabkan sejumlah siswa mengalami sakit perut. Setelah diprotes, barulah menu diganti menjadi susu UHT kemasan.
"Pernah juga dikasih kacang rebus yang belum matang, lalu setup nanas yang kondisinya sudah lembek (benyek) dan airnya keruh. Sekarang puncaknya ada belatung di puding," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Tulusrejo 2 Lowokwaru Kota Malang Julfa Hannan mengakui ada keluhan dari salah satu sekolah terkait kemunculan adanya belatung pada salah satu menu MBG. Ia meminta maaf dan mengakui pihaknya kecolongan terkait pengontrolan kualitas menu MBG yang didistribusikan.
Baca juga:
Melihat Aktivitas Ibadah Warga Binaan Lapas Malang di Bulan Ramadan
"Kami sampaikan permohonan maaf, kami akan evaluasi ini dan mengganti di menu selanjutnya. Sebagai pelayan publik, pasti ada kesalahan. Ini akan menjadi evaluasi agar ke depan lebih teliti. Ternyata stroberi ini riskan ada ulatnya," tuturnya.
Hannan menjelaskan, bahwa buah stroberi yang disajikan sebagai puding itu sebenarnya sudah dicuci bersih menggunakan garam. Kemudian buah itu lantas diolah menjadi hidangan puding yang diklaim mampu dimakan di saat buka puasa. Ia menduga belatung itu muncul dari buah stroberi pada menu pudingnya saja.
"Penggantian khusus makanan yang dilaporkan kurang layak. Sudah diumumkan bahwa ini tak perlu dikonsumsi, dibuang saja. Kami akan ganti di menu-menu selanjutnya. Besok kami ganti di 12 sekolah yang kami kirim," pungkasnya.