Cara Audrey, Siswi SD Cikal Taklukkan Emosi Lewat Desain

Jumat, 06 Mar 2026 01:26 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Audrey, siswi berkebutuhan khusus SD Cikal Serpong yang menembus keterbatasan lewat desain kebaya encim dan seni visual untuk kelola emosi. (Foto: Sekolah Cikal/jatimnow.com)

jatimnow.com - Garis dan warna menjadi jembatan bagi Audrey untuk bicara dengan dunia. Murid kelas 6 SD Cikal Serpong ini membuktikan bahwa diagnosis anak berkebutuhan khusus bukan penghalang untuk melahirkan karya komersial.

Lewat jemarinya, karakter populer seperti Chutki bertransformasi mengenakan Kebaya Encim yang anggun.

Bagi Audrey, menggambar bukan sekadar mengisi waktu luang. Aktivitas ini adalah katarsis untuk mengurai benang kusut emosi yang seringkali sulit ia sampaikan secara verbal.

Baca juga: Siswa SMA Cikal Surabaya Ubah Tren Brain-Rot Jadi Alat Belajar Anak Inklusi

"Aku suka sekali menggambar untuk mengekspresikan hal yang aku suka. Saat sedih, aku tuangkan apa yang membuatku sedih ke kertas. Begitu juga saat senang, aku gambar karakter yang aku ingat," ujar Audrey melalui siaran tertulisnya, Jumat (06/3/2026).

Kreativitas Audrey mencapai puncaknya saat ia bersentuhan dengan program Social Studies Functional. Ketertarikannya pada kontras warna Kebaya Encim membawanya pada sebuah proyek desain yang serius.

Ia tidak hanya menggambar di atas kertas, namun mengaplikasikan kreasinya ke berbagai produk gaya hidup.

Dalam pameran Assembly Year 6, Audrey meluncurkan lini produk bertema Betawi. Mulai dari tas, knot bag, outer, hingga lanyard hasil desainnya dipamerkan dan dijual kepada publik.

Proses ini melatih sisi tanggung jawab dan komitmennya untuk menyelesaikan sebuah proyek dari ide hingga menjadi barang jadi.

Baca juga: Bidik Keluarga Muda, Sakha Semanan Hadirkan 32 Unit Rumah Tropis di Semanan

"Saat menggambar, aku belajar fokus dan menyelesaikan tanggung jawab. Aku juga jadi lebih kreatif, misalnya mengubah karakter Spongebob menjadi versi perempuan," tambahnya.

\

Keberanian Audrey untuk tampil tak lepas dari ekosistem di SD Cikal Serpong. Ia merasa diterima tanpa syarat, yang membuatnya nyaman mengeksplorasi bakat lain seperti menari.

Audrey menyebut pola belajar Challenging Choices membantunya tetap tangguh meski harus menghadapi situasi yang tidak selalu ia sukai setiap hari.

Awi, Homeroom Kelas 6 SD Cikal Serpong, menyaksikan langsung transformasi besar pada diri anak didiknya selama dua tahun terakhir. Menurutnya, perkembangan Audrey dalam mengelola emosi dan fleksibilitas sosial sangat signifikan.

Baca juga: Bukan Cuma Orang Tua, Saudara Sekandung Jadi Kunci Tumbuh Kembang ABK

"Audrey kini jauh lebih mampu mengontrol diri. Dia anak yang periang, penyayang, dan punya selera seni yang sangat kuat. Fokusnya sangat tinggi saat sedang berkarya," ungkap Awi.

Awi menambahkan bahwa kemampuan Audrey menghafal pola dan jadwal juga meningkat pesat. Hal ini memudahkan Audrey untuk membaur dalam berbagai kegiatan sekolah di luar rutinitas harian, membuktikan bahwa ruang yang suportif adalah kunci bagi anak berkebutuhan khusus untuk bersinar dengan caranya sendiri.

 

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler