jatimnow.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan cukup tajam pada sesi I perdagangan Jumat (6/3/2026). IHSG turun 201.436 poin atau setara 2.61 persen ke level 7.509,101.
Penurunan IHSG masih dipengaruhi kekhawatiran investor seiring peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga minyak dunia yang mengalami kenaikan signifikan sebagai buntut penutupan Selat Hormuz juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.
Berdasarkan data, nilai transaksi pada sesi I perdagangan tercatat sebesar Rp9,35 triliun dengan volume mencapai 17,24 miliar lembar saham.
Baca juga: Bupati Gus Fawait Minta Warga Jember Tak Terpancing Isu Kelangkaan BBM
Sejak dimulainya perang antara AS-Israel vs Iran, IHSG tercatat mengalami empat kali koreksi dan hanya sekali naik.
IHSG sempat mengalami kenaikan 1,76 persen ke level 7.710 pada Kamis (5/3/2026). Kenaikan ini didorong aksi bargain hunting pada saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan, industri, dan basic materials.
Baca juga: Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Ini
Sektor cyclicals menjadi penggerak utama dengan kenaikan 3,40 persen, diikuti sektor industri 2,80 persen, perbankan 2,75 persen, dan basic materials 2,63 persen.