jatimnow.com - Sebuah kendaraan minibus jenis Mitsubishi Expander tertabrak kereta api di sebuah perlintasan tanpa palang pintu di Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Pengemudi mobil berinisial WP (35) diduga kurang awas saat melintasi rel tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Pengemudi dan penumpang mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan di rumah sakit.
Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Galih Yasir Mubaroq mengatakan peristiwa kecelakaan ini terjadi kemarin pagi. Saat itu mobil melaju dari selatan ke utara. Saat bersamaan Kereta Api Majapahit dari arah Blitar menuju Malang tengah melintas. Korban diduga kurang waspada saat melewati perlintasan tersebut dan tertemper kereta di bagian belakang.
"Sebenarnya mobil ini sudah hampir berhasil melewati perlintasan namun bagian belakang tertemper kereta," ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa
Akibat kecelakaan ini bagian belakang mobil mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah luka memar dialami oleh pengemudi dan seorang penumpang, termasuk luka memar hingga robek pada bagian telinga saat benturan dengan kereta mengguncang mobil. Dari hasil pemeriksaan korban mengaku tidak menyadari adanya kereta yang melaju dari arah Stasiun Blitar menuju Malang saat mobil yang dikemudikannya memasuki area perlintasan rel kereta api. Padahal perlintasan tersebut berada di jalur kereta api yang membentang lurus dan tidak berada di belokan.
Baca juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan
“Seharusnya pengemudi bisa melihat dengan mudah adanya kereta yang hendak melintas," terangnya.
Selain tidak berpalang pintu, perlintasan sebidang tempat kecelakaan itu terjadi juga tidak dijaga oleh relawan penjaga. Galih mengimbau kepada pengguna kendaraan untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melewati perlintasan kereta api tanpa penjaga.
Baca juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga
“Keselamatan diri sendiri dan orang lain harus menjadi prioritas. Keluarga menunggu di rumah,” pungkasnya.