jatimnow.com - Ketajaman naluri bertempur menjadi harga mati bagi setiap prajurit komando. Guna memastikan kesiapan tersebut, para petarung Batalyon Infanteri 3 Marinir mengintensifkan latihan taktis di Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, Rabu (13/5/2026).
Latihan kali ini melampaui pembinaan fisik rutin. Prajurit membedah berbagai teori dan praktik pertempuran yang dirancang menyerupai situasi di medan operasi sebenarnya. Fokus utama tertuju pada kemampuan personel dalam menembus hambatan alam yang kerap menjadi titik kritis dalam Operasi Militer.
Mengenakan perlengkapan tempur lengkap, setiap personel dituntut bergerak cepat tanpa kehilangan kesiapsiagaan. Salah satu materi krusial melibatkan pergerakan melintasi rintangan air, di mana prajurit wajib menjaga disiplin formasi meski di bawah tekanan situasi.
Baca juga: Marinir Latih Sarjana Jadi Agen Perubahan Ekonomi Rakyat
Efektivitas pergerakan pasukan menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan ini. Melalui teknik yang presisi, risiko dalam operasi dapat ditekan seminimal mungkin tanpa mengurangi daya gempur satuan.
Baca juga: Prajurit Yonif 3 Marinir Asah Ketepatan Menembak Malam di Surabaya
Seluruh rangkaian latihan berlangsung dalam pengawasan ketat untuk memastikan setiap gerakan memenuhi standar tempur tertinggi.
Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Letkol Marinir Iskandar Muda, menyatakan bahwa gemblengan ini merupakan instrumen penting untuk membentuk refleks tempur yang matang.
Baca juga: Aksi Serangan Kilat Brigif 2 Marinir Lumpuhkan Musuh di Karangpilang
"Latihan ini krusial untuk membangun kesiapsiagaan dan naluri tempur. Kami ingin setiap prajurit memiliki insting yang tajam saat menghadapi situasi sebenarnya di lapangan," ujar Letkol Marinir Iskandar Muda.
Melalui latihan yang terukur dan disiplin tinggi, Yonif 3 Marinir memastikan setiap elemen pasukannya siap dikerahkan kapan saja ke palagan konflik mana pun dengan kecermatan taktis yang mumpuni.