jatimnow.com – Para pelaku pelayaran dan masyarakat pesisir di wilayah Jawa Timur (Jatim) diminta untuk meningkatkan kehati-hatian saat beraktivitas di laut lepas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca maritim buruk yang berlaku mulai 9 hingga 12 Juli 2026.
Berdasarkan data infografis resmi, ancaman gelombang laut ini sangat dipengaruhi oleh kondisi sinoptik terkini. Kondisi cuaca perairan secara umum diprakirakan berawan dengan angin permukaan yang dominan bertiup dari arah Timur hingga Tenggara. Kecepatan angin dilaporkan cukup signifikan, yakni berada di kisaran 8 hingga 20 knot.
Terkait kondisi ini, BMKG memberikan peringatan khusus terhadap potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb). Keberadaan awan pekat ini sangat patut diwaspadai karena menjadi pemicu utama terjadinya peningkatan kecepatan angin secara mendadak di tengah laut.
Baca juga:
Warning BMKG: Gelombang 4 Meter Ancam Selatan Jatim
Kondisi cuaca dan tiupan angin kencang tersebut berisiko memicu naiknya muka air laut. BMKG memprakirakan adanya peluang Tinggi Gelombang 1,25 hingga 2,5 meter yang cakupannya meluas hingga melanda 12 titik perairan di Jatim.
Perairan yang berpotensi terdampak adalah Bawean Bagian Utara, Bawean Bagian Selatan, Kepulauan Kangean Bagian Utara, Kepulauan Kangean Bagian Timur, Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Baca juga:
Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026
Merespons potensi ancaman ini, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak menetapkan standar saran keselamatan yang ketat bagi sejumlah armada niaga dan perikanan.
Perahu nelayan dinyatakan berisiko tinggi apabila kecepatan angin telah mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh angka 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang terancam apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
URL : https://jatimnow.com/baca-85813-bmkg-ungkap-gelombang-25-meter-ancam-12-perairan-jatim-912-juli-2026