Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Rabu, 15 Jul 2026 12:10 WIB
Reporter :
Avirista Midaada
Yakuza Maneges Malang saat menyerahkan terduga pelaku pelecehan seksual santriawati ke Polres Malang (Foto: Yakuza Maneges Malang for jatimnow.com)

jatimnow.com – Dua orang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di kawasan Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati.

Kedua terduga pelaku yang diketahui memiliki ikatan keluarga sebagai bapak dan anak tersebut dijemput oleh kelompok masyarakat Yakuza Maneges Malang pada Selasa (14/7/2026) dini hari.

Terduga pelaku berinisial S merupakan pendiri sekaligus pengasuh Ponpes yang berlokasi di Desa Sumberbening. Sementara D adalah anak dari S yang kerap disapa dengan sebutan "Gus" di lingkungan pesantren tersebut.

Baca juga: Yakuza Maneges Laporkan Icha Cellow dan Mala Agatha Terkait Cover Lagu Gapapa

Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana, membenarkan adanya laporan dan penyerahan kedua terduga pelaku tersebut.

"Terduga pelaku sudah kita amankan. Saat ini proses penyidikan," ungkap Yuliastana Sri Iriana, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Gadis 16 Tahun Dicekoki Miras lalu Disetubuhi, Yakuza Maneges Kediri Seret Pelaku ke Polisi

Tim Hukum Yakuza Maneges Malang, Mochammad Zakki, membeberkan bahwa kasus ini terkuak setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu keluarga dekat korban. Keduanya langsung dibawa ke Unit PPA Polres Malang setelah dijemput dari Ponpes.

\

"Modus yang dilakukan terduga tersangka yakni memanggil santriwati untuk meminta pijat. Kemudian tubuh korban diraba - raba. Tindakan amoral ini sudah dilakukan terduga pelaku cukup lama," terangnya.

Berdasarkan data awal serta keterangan dari pihak keluarga dan korban, aksi dugaan pelecehan seksual di lingkungan Ponpes tersebut disinyalir sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Baca juga: Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

"Sudah dilakukan terduga pelaku sejak lama, bahkan sejak tahun 1996 modusnya minta pijat dan tubuh korban digerayangi. Korban yang kami data ada 5 santriwati," tambahnya.

Hingga saat ini, tim Yakuza Maneges Malang telah mendata setidaknya lima orang santriwati yang menjadi korban kebejatan bapak dan anak tersebut. Namun, Zakki meyakini jumlah korban yang sebenarnya jauh lebih banyak dari yang berani melapor saat ini.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Malang

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler