Guru Gemilang YDSF Siap Cetak Guru Adaptif

Sabtu, 18 Jul 2026 14:05 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Stadium General dan Kick Off program Guru Gemilang Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) di Hotel Namira, Sabtu (18/07/2026). (Foto: YDSF for jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjadi guru itu harus siap menghadapi tantangan. Terlebih dengan kondisi saat ini yang menuntut banyak keahlian dalam mengajar dan mentransformasikan ilmu dan pengetahuan kepada anak didik. Bila tidak siap, wajib tambah ilmu dulu.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Praxis, Sleman Yogyakarta, Aisyah Prastowo, D.Phil saat memberikan materi di hadapan puluhan guru saat acara Stadium General dan Kick Off program Guru Gemilang Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) di Hotel Namira, Sabtu (18/07/2026).

Aisyah mengungkapan pada dasarnya setiap guru pasti punya pengalaman yang bisa dijadikan pijakan dalam mengembangkan profesinya. Termasuk di dalamnya upaya bertumbuh dan adaptif dengan kondisi pendidikan saat ini.

Baca juga: YDSF Siapkan Dana Rp1 Miliar untuk Bantu Korban Bencana Sumatera

"Beberapa tahun lalu kita tidak mengira kemampuan AI seperti sekarang ini. Tantangan tidak bisa diprediksi. Dan kewajiban kita sebagai guru mengikuti tren itu," ujarnya.

Dia juga menjelaskan terkait modal utama bagi seorang guru agar selalu bisa beradaptasi. Menurutnya, ada tiga modal  yang harus dipunyai. Pertama, human capital (kompetensi guru dan pengetahuan, kedua, social (kolaborasi dan relasi), dan terakhir decisional (kebijaksanaan dari pengalaman).

"Ini modal utama agar guru terus profesional dan tidak ketinggalan zaman," tukasnya.

Baca juga: YDSF Bangun Masjid Nyaman di Rest Area Tol Surabaya-Gempol

Sementara Direktur Utama YDSF, Jauhari Sani mengatakan program Guru Gemilang merupakan upaya perbaikan mutu guru dalam menumbuhkan potensi, kemampuan membimbing, membentuk karakter, hingga menjadi teladan bagi anak didik.

\

Jauhari mengatakan, program itu akan berlangsung selama 18 bulan ke depan atau setara dengan 1000 jam pelatihan dengan jumlah peserta 50 guru dari 16 sekolah swasta di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Ia menjelaskan, program Guru Gemilang yang bekerja sama dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI), hadir sebagai ikhtiar untuk membantu mengembangkan guru-guru yang memiliki kualitas diri dan profesionalisme yang lebih kuat. Harapannya, mereka nanti tumbuh menjadi guru yang cerdas, amanah, dan bertalenta.

Baca juga: YDSF Raih Baznas Awards 2025

"Cerdas dalam mengelola pembelajaran, amanah dalam menjalankan tugas pendidikan, dan bertalenta dalam mengembangkan diri serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar," kata Jauhari.

Baginya, peningkatan kualitas guru ini merupakan komitmen YDSF dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Indonesia melalui penguatan kompetensi dan karakter guru.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler