Pixel Code jatimnow.com

Berburu Stempel di Museum Sri Aji Jayabaya, Sensasi Baru Wisata Edukasi di Kediri

Editor : Yanuar D  
Wisatawan melihat koleksi Museum Sri Aji Jayabaya. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Wisatawan melihat koleksi Museum Sri Aji Jayabaya. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Berkunjung ke Museum Sri Aji Jayabaya kini tak hanya melihat koleksi sejarah. Pengunjung juga bisa berburu stempel melalui program Museum Passport, sebuah buku koleksi yang memungkinkan wisatawan mengumpulkan cap dari museum-museum di seluruh Indonesia.

Program yang digagas Kementerian Kebudayaan itu mulai diterapkan di Museum Sri Aji Jayabaya sejak 16 Juni 2026. Museum Airlangga juga turut bergabung dalam program nasional tersebut.

Staf Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Achmad Khudori, mengatakan Museum Passport dihadirkan untuk memberikan pengalaman baru yang lebih menarik saat berkunjung ke museum.

“Karena ini program nasional, kami juga bergabung. Tujuannya membuat sensasi berkunjung ke museum menjadi lebih menarik,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Melalui buku tersebut, pengunjung dapat mengumpulkan stempel dari setiap museum yang dikunjungi. Khudori menjelaskan, tidak ada batas waktu penggunaan Museum Passport sehingga pemilik buku bisa mengisinya secara bertahap hingga seluruh halamannya penuh.

“Pengunjung membawa bukunya, kemudian setelah berkunjung mendapat stempel. Tujuannya memang berburu stempel seperti itu. Tidak ada ketentuan batas waktunya, berlaku selamanya. Kalau bukunya penuh, nanti bisa membeli lagi,” jelasnya.

Baca juga:
Melihat Ritual 1 Suro di Petilasan Sri Aji Jayabaya Kediri

Sejak diberlakukan, program ini mulai mendapat sambutan positif. Mereka berasal dari Kabupaten Kediri hingga kawasan Kampung Inggris.

Museum Passport sementara dapat dibeli di Gramedia dengan harga sekitar Rp89 ribu. Selama masa promosi, buku tersebut dijual sekitar Rp84 ribu.

Khudori menambahkan, seluruh museum yang telah memiliki nomor registrasi nasional masuk dalam program Museum Passport. Setiap museum memiliki desain stempel dan logo yang berbeda, namun tetap mengikuti standar ukuran dan ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kebudayaan.

Baca juga:
Museum Sri Aji Jayabaya Kediri Tampil dengan Wajah Baru, Lebih Cantik dan Informatif

“Semua museum yang sudah mendapatkan nomor registrasi tercantum di buku itu. Untuk stempelnya juga ada aturan ukuran dan ketentuannya. Logonya dibuat masing-masing museum, tetapi tetap mengikuti pedoman dari kementerian,” terangnya.

Museum Sri Aji Jayabaya sendiri menyimpan sekitar 300 koleksi artefak, yang didominasi peninggalan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Majapahit hasil temuan di wilayah Kabupaten Kediri. Ratusan koleksi tersebut menjadi daya tarik utama museum sebagai destinasi wisata edukasi sejarah di Kabupaten Kediri.