jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyapa langsung siswa-siswi baru SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School tahun ajaran 2026/2027, Kamis (23/6/2026).
Mas Dhito sapaan akrabnya berpesan kepada semua siswa angkatan ke-4 itu untuk lebih fokus belajar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang didapat. Mereka merupakan 100 anak yang berhasil diterima dari keseluruhan 298 pendaftar.
"Beberapa pertanyaan anak-anak apakah akan mendapatkan beasiswa kalau masuk perguruan tinggi. Persoalan beasiswa itu seleksi alam. Prinsipnya hari ini saya minta kepada anak-anak untuk fokus belajar," kata Mas Dhito.
Baca juga: Gedung Pemkab Kediri Mulai Ditempati, Mas Dhito Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Bupati menerangkan, beasiswa merupakan kesempatan yang harus dicari bukan hanya ditunggu. Beasiswa bisa didapat dari berbagai sumber, baik dari Pemerintah Kabupaten Kediri, perguruan tinggi maupun instansi lain.
Bagi mereka yang berprestasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan dipastikan bakal mendapatkan beasiswa. Untuk itu, Mas Dhito menekankan supaya siswa benar-benar semangat dalam belajar hingga nanti saat waktunya tiba dipastikan bisa masuk ke perguruan tinggi.
Mas Dhito mengakui akan terus mengawal perkembangan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Dia tak menginginkan prestasi yang telah ditorehkan angkatan pertama menurun. Dimana dari 126 siswa angkatan pertama, mayoritas berhasil masuk di perguruan tinggi.
Baca juga: Tekan Kebocoran, Pemkab Kediri Sosialisasikan Program Digitalisasi Pasar Rakyat
"Harapannya angkatan ke-2, ke-3 dan ke-4 yang baru masuk ini bisa mempertahankan apa yang sudah dicapai oleh angkatan pertama atau lebih," ungkapnya.
Mas Dhito menegaskan, semua anak pada hakekatnya memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bisa melanjutkan pendidikan, bahkan hingga perguruan tinggi.
Melalui SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Mas Dhito memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1-4 yang tadinya tak memiliki harapan melanjutkan pendidikan untuk bisa sekolah dan tinggal di asrama secara gratis.
Baca juga: Pemkab Kediri Siapkan Anggaran Rp30 M untuk Beasiswa Tahun Ini
Seperti yang dialami Arfa, salah satu anak asal Desa Satak, Kecamatan Puncu yang mengaku sebelumnya tak memiliki harapan bisa melanjutkan sekolah karena terkendala biaya. Dia bahkan sempat bekerja sebisanya dengan mencari kayu bakar untuk dijual.
"Saya sebenarnya pingin sekolah, belum pingin bekerja. Akhirnya dapat informasi sekolah gratis terus mencoba daftar," akunya.
Kini, Arfa bersyukur bisa diterima menjadi siswa baru angkatan ke-4 SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Seperti teman-temannya yang lain, dia pun bermimpi nantinya bisa terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.