Pixel Code jatimnow.com

Unusa dan ITS Siapkan Empat Skema Akademik untuk Mahasiswa

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Surabaya, Senin (7/9/2026). (Foto: Humas Unusa for jatimnow.com)
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Surabaya, Senin (7/9/2026). (Foto: Humas Unusa for jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperluas akses akademik mahasiswanya melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kolaborasi itu membuka peluang bagi mahasiswa Unusa untuk mengikuti perkuliahan, riset, hingga melanjutkan pendidikan magister di ITS.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Surabaya, Senin (7/9/2026). Penandatanganan berlangsung bersamaan dengan Sidang Terbuka Senat Akademik Pengukuhan Penerimaan Mahasiswa Baru Unusa Tahun Akademik 2026/2027.

Melalui kerja sama tersebut, sedikitnya empat skema akademik disiapkan, yakni credit transfer, joint degree/double degree, joint supervision, serta fast track S1-S2 terintegrasi.

Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono mengatakan, kerja sama dengan ITS bukan sekadar kesepakatan kelembagaan. Menurut dia, MoU tersebut menjadi payung untuk memperluas kesempatan mahasiswa mengakses pengalaman akademik dan teknologi di luar lingkungan kampusnya.

"MoU ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan sebuah payung kerja sama akademik yang menyatukan kekuatan medis dan humaniora Unusa dengan keunggulan sains dan teknologi yang dimiliki ITS," ujar Tri Yogi.

Salah satu peluang yang dibuka adalah credit transfer. Melalui skema tersebut, mahasiswa Unusa dapat mengambil mata kuliah tertentu di ITS. Kredit yang diperoleh kemudian dapat diakui dan diintegrasikan ke dalam transkrip akademik sesuai ketentuan program studi.

Mahasiswa juga dapat mengikuti skema joint degree maupun double degree. Dalam pola yang diperkenalkan, mahasiswa dapat menjalani tiga tahun pendidikan di Unusa dan melanjutkan satu tahun di ITS atau skema 3+1, sesuai program studi dan kesepakatan akademik kedua perguruan tinggi.

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan mahasiswa Unusa nantinya dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan akademik ITS melalui program yang memiliki kesesuaian bidang studi.

“ITS memberikan kesempatan para mahasiswa Unusa untuk saling berinteraksi dan memperoleh pengalaman belajar di ITS. Tentu untuk program studi yang memang ada di dua kampus tersebut,” kata Bambang.

Kolaborasi Unusa-ITS juga mencakup joint supervision. Skema tersebut memungkinkan tugas akhir atau riset mahasiswa mendapatkan bimbingan bersama dari dosen Unusa dan profesor maupun peneliti ITS.

Model pembimbingan lintas perguruan tinggi itu diharapkan memperkuat kualitas penelitian mahasiswa sekaligus membuka ruang agar hasil riset lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Baca juga:
Konferda GMNI Jawa Timur Serta Kerjasama Unusa dan ITS

Peluang lain yang menjadi perhatian adalah program Fast Track S1-S2 Terintegrasi. Melalui skema tersebut, mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat mulai mengambil mata kuliah jenjang magister ITS pada semester 7 dan 8 ketika masih menyelesaikan pendidikan S1 di Unusa.

Setelah menyelesaikan S1 pada semester 8, mahasiswa melanjutkan pendidikan pada semester 9 dan 10 di ITS untuk menuntaskan jenjang magister. Dengan pola itu, mahasiswa berpeluang menyelesaikan S1 dalam empat tahun dan S2 pada tahun kelima, sehingga memperoleh dua ijazah dalam lima tahun.

Program fast track tersebut diperuntukkan bagi program studi yang memenuhi persyaratan, termasuk program studi dengan status akreditasi unggul.

Tri Yogi mengatakan kolaborasi dengan ITS menjadi bagian dari strategi Unusa menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Mahasiswa, kata dia, tidak cukup hanya menguasai kompetensi sesuai bidang keilmuan. Mereka juga perlu memiliki pengalaman lintas disiplin, kemampuan beradaptasi, jejaring akademik, serta kesempatan berinteraksi dengan lingkungan riset dan teknologi yang lebih luas.

Baca juga:
Kuliah Kedokteran Sejak Usia 15 Tahun, Fani Kini Jadi Dokter

Karena itu, kerja sama tersebut sekaligus menjadi pesan kepada mahasiswa baru bahwa proses pendidikan tidak berhenti di ruang kelas.

"Kerja sama nasional dan internasional sudah kami bangun. Peluang-peluang akademik sudah kami siapkan. Namun semua itu tidak akan berarti jika mahasiswa menjadi pasif. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berorganisasi, melakukan riset, dan mengembangkan diri," pesan Tri Yogi.

Dalam momentum penerimaan mahasiswa baru, Rektor Unusa juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak awal perkuliahan. Empat karakter yang ditekankan adalah kerja keras, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas.

Selain itu, mahasiswa didorong menerapkan enam pilar karakter Unusa, yakni integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan menghormati sesama.

Dengan MoU bersama ITS, Unusa menempatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi sebagai salah satu strategi memperluas pengalaman belajar mahasiswa. Skema pertukaran kredit, pendidikan bersama, riset, hingga jalur percepatan S1-S2 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih terbuka dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.