Pixel Code jatimnow.com

Sika Uji 120 Ahli Pasang Keramik Jatim, Tiket Global Jadi Taruhan

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Sebanyak 120 ahli pasang keramik bersaing di Sika Tiler Competition Jatim. (Foto: Sika for jatimnow.com)
Sebanyak 120 ahli pasang keramik bersaing di Sika Tiler Competition Jatim. (Foto: Sika for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 120 ahli pasang keramik dari berbagai daerah di Jawa Timur bersaing dalam Sika Tiler Competition 2026 di Maspion Square, Surabaya. Kompetisi tersebut menjadi salah satu jalur bagi tenaga terampil untuk memperebutkan kesempatan mewakili Indonesia di ajang Global Tiler Competition 2027 di China.

Para peserta tergabung dalam 60 tim yang masing-masing beranggotakan dua orang. Mereka ditantang menyelesaikan pekerjaan pemasangan keramik dengan mengacu pada standar kompetisi, mulai dari ketepatan teknik dan presisi hingga kualitas hasil akhir serta keselamatan kerja.

Dalam perlombaan, peserta menggunakan SikaCeram 180 GA, produk perekat keramik dari Sika Indonesia. Penilaian tidak hanya berfokus pada kerapian hasil pemasangan, tetapi juga efisiensi waktu dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Distribution Manager Sika Indonesia Basuki Setiawan mengatakan kompetisi tersebut dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kemampuan tenaga terampil di sektor konstruksi.

“Bagi Sika Indonesia, kompetisi menjadi salah satu cara untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong peningkatan keterampilan para ahli pasang keramik,” kata Basuki.

Menurut dia, kompetisi juga membuka ruang bagi para tukang bangunan untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus mengembangkan standar pengerjaan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sika menargetkan tenaga terampil Indonesia tidak berhenti berkompetisi di level regional. Pemenang dari rangkaian kompetisi nasional akan mendapatkan kesempatan melaju ke ajang internasional dan membawa nama Indonesia di panggung global.

Sika Tiler Competition 2026 berlangsung di tiga wilayah, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jabodetabek. Kualifikasi sebelumnya digelar di Semarang pada 19 Juli 2026, sedangkan setelah Surabaya, kompetisi akan berlanjut ke wilayah Jabodetabek.

Baca juga:
Terminal Kijing Catat Pertumbuhan Throughput 88,25 Persen

Para pemenang dari masing-masing wilayah kemudian akan bertemu dalam Grand Final di Jakarta. Juara Grand Final akan menjadi wakil Indonesia dalam Global Tiler Competition 2027 di China.

Ajang global itu akan mempertemukan ahli pasang keramik dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga Australia. Secara keseluruhan, sekitar 300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia diproyeksikan mengikuti rangkaian kompetisi nasional.

Persaingan di Surabaya karena itu menjadi lebih dari sekadar perebutan gelar juara regional. Para peserta juga berkesempatan menguji kemampuan mereka dengan standar yang lebih tinggi sebelum bersaing di tingkat internasional.

Basuki mengatakan dukungan Sika terhadap komunitas tukang juga dilakukan melalui program di luar kompetisi. Salah satunya Sika Bagi Rejeki, program loyalitas yang memungkinkan pengguna produk Sika dari kalangan tukang mengumpulkan poin untuk ditukar dengan berbagai hadiah.

Baca juga:
Green Port PTP Nonpetikemas Prioritaskan Kesehatan Pekerja

“Melalui berbagai inisiatif ini, kami ingin terus hadir bersama komunitas tukang, memberikan ruang untuk mengembangkan keahlian sekaligus apresiasi atas kontribusi mereka dalam menghadirkan pekerjaan yang berkualitas,” ujar Basuki.

Sika merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bahan kimia konstruksi dan telah beroperasi selama lebih dari satu abad. Perusahaan tersebut didirikan oleh Kaspar Winkler dan mengawali pengembangannya melalui Sika-1, produk untuk mempercepat proses waterproofing mortar.

Saat ini, Sika telah beroperasi di 100 negara dengan 190 pabrik dan 20 jaringan pusat teknologi global. Di Indonesia, PT Sika Indonesia telah beroperasi sejak dekade 1960-an dan terus memperluas kegiatan bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan industri konstruksi.

Sika Indonesia kini didukung lebih dari 500 staf dan memiliki fasilitas produksi terbaru di Cibitung, Jawa Barat.