jatimnow.com - Kabar duka menyelimuti Keluarga Besar Marhaen (KBM) Jawa Timur dan kalangan senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Ismoyo Rini, istri Hadi Pranoto, tokoh senior GMNI Surabaya yang pernah memimpin DPC GMNI pada era 1970-an, meninggal dunia, Minggu (9/8/2026).
Ismoyo Rini wafat sekitar pukul 09.30 WIB. Jenazah almarhumah akan disemayamkan di Rumah Duka Adijasa Surabaya.
Baca juga: GMNI Jember Kecam Pelibatan TNI dalam Koperasi Desa Merah Putih
Kabar tersebut disampaikan Eko dari keluarga besar GMNI. Ucapan belasungkawa kemudian mengalir dari para alumni, aktivis senior, serta jejaring keluarga besar pergerakan di Jawa Timur.
“Nderek bela sungkawa atas wafatnya Mbak Ismoyo Rini pada pukul 09.30 WIB. Jenazah akan disemayamkan di Adijasa Surabaya,” ujar Eko.
Nama Hadi Pranoto dikenal di kalangan aktivis senior Surabaya. Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu pernah dipercaya menjadi Ketua DPC GMNI Surabaya pada era 1970-an.
Hadi merupakan bagian dari generasi senior pergerakan yang tumbuh dalam tradisi GMNI dan nilai-nilai Marhaenisme di Kota Pahlawan.
Baca juga: GMNI Universitas Islam Lamongan Tanam Ratusan Pohon di Hari Bumi
Jejaringnya dengan kalangan aktivis dan tokoh senior juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pergerakan mahasiswa di Surabaya.
Karena itu, kabar wafatnya Ismoyo Rini turut dirasakan sebagai kehilangan oleh KBM Jatim dan para senior GMNI yang mengenal keluarga Hadi Pranoto.
Jenazah almarhumah dijadwalkan disemayamkan di Rumah Duka Adijasa Surabaya.
Baca juga: Lenyapkan Steriliteit!
Keluarga besar dan para sahabat mendoakan Ismoyo Rini mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Mugi pinaringan kaswargan jati.”
Doa juga dipanjatkan agar Hadi Pranoto beserta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi duka.