Tergiur Gaji Besar, Warga Tulungagung Nyaris Menjadi Tentara Bayaran di Rusia

Kamis, 05 Nov 2026 13:00 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung Muhamad Ardian Candra. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Tulungagung dipulangkan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), usai diketahui hendak berangkat ke Rusia menjadi tentara bayaran. Korban berinisial SA (36) initergiur dengan gaji Rp40 juta per bulan yang ditawarkan oleh seorang agensi. Saat ini korban telah berkumpul bersama keluarganya di rumah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung Muhamad Ardian Candra mengatakan pihaknya menerima informasi pemulangan SA dari media sosial. Mereka kemudian melakukan pelacakan dan konfirmasi kepada korban yang kini sudah di rumah. Kasus tersebut bermula saat SA mendapatkan tergiur dengan iklan di media sosial untuk menjadi tentara bayaran di Rusia dengan gaji Rp40 juta per bulan dan uang kontrak dengan nilai Rp400 juta.

"SA menemukan iklan di media sosial instagram, katanya kontraknya satu tahun dan dapat diperpanjang," ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Baca juga: Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Kesulitan Pembeli

SA kemudian menjalin komunikasi dengan kontak yang tertera dalam iklan tersebut. Selanjutnya SA diarahkan untuk melakukan pengurusan paspor dan visa secara mandiri. Dari arahan tersebut, SA diminta mengurus dokumen sebagai turis dengan tujuan turki.

"SA ini diminta untuk mengurus dokumen sebagai turis dengan tujuan Turki. Sepertinya ini untuk mengelabuhi petugas agar tidak curiga," tuturnya.

Setelah seluruh berkas telah tuntas, SA kemudian berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang untuk terbang ke Turki. Nantinya, jika telah tiba di Turki akan dijemput oleh agensi yang melakukan perekrutan. Namun sebelum terbang, SA kembali menghubungi agensi untuk meminta kejelasan terkait uang bonus Rp400 juta. Bahkan SA juga meminta sebagian uang tersebut dikirim terlebih dahulu untuk diberikan ke istrinya. Namun permintaan tersebut tidak digubris.

Baca juga: Bocah 10 Tahun di Tulungagung Tewas Tenggelam Saat Bermain di Dam

"Ternyata narahubung itu tidak memenuhi uang bonus yang dijanjikan dalam iklan. Nah, akhirnya SA ini mulai ragu dan memilih membatalkan penerbangan," imbuhnya.

\

Setelah membatalkan keberangkatannya ke Turki, SA kemudian meminta perlindungan ke petugas KP2MI. Mendapatkan laporan tersebut akhirnya SA dipulangkan ke Tulungagung.

"Petugas kami sudah bertemu dengan SA di Kedungwaru. Untuk kondisinya baik-baik saja," terangnya.

Baca juga: Aliran Sungai Mampet, Air Meluap dan Rendam Rumah Warga Tulungagung

Candra mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan iklan yang ditemukan di media sosial. Seluruh pekerja migran harus melalui prosedur resmi dan bekerja di negara-negara yang telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Pihaknya khawatir iklan lowongan bekerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi bisa berpotensi menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Silahkan kalau mau bekerja di luar negeri tapi harap diperhatikan legalitasnya dan jenis pekerjaannya," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler