Pixel Code jatimnow.com

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Kesulitan Pembeli

Editor : Bramanta  
Petani bawang merah di Tulungagung melakukan panen dini terimbas banjir. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Petani bawang merah di Tulungagung melakukan panen dini terimbas banjir. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petani bawang merah di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung mengalami kerugian. Intensitas hujan tinggi beberapa waktu lalu membuat air sungai meluap dan merendam tanaman mereka. Akibatnya sejumlah petani terpaksa melakukan panen dini. Kondisi ini juga berdampak terhadap harga jual bawang merah. Petani bahkan mengaku kesulitan mendapat pembeli usai tanamanya terendam banjir.

Salah seorang petani, Nur Rokhim mengatakan tanaman mereka mulai terendam banjir sejak dua hari lalu. Intensitas hujan tinggi membuat air sungai meluap dan masuk ke kawasan pertanian. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kualitas tanaman bawang merah mereka. Terutama bagi tanaman bawang merah yang belum memasuki usia panen.

"Kalau tanaman saya sudah siap panen, tapi ada juga yang belum siap panen terpaksa dipanen lebih awal," ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Para petani terpaksa melakukan panen dini untuk menghindari kerugian lebih banyak. Jika tanaman tidak segera dipanen maka akan cepat membusuk. Selain itu harga jual juga semakin anjlok.

Baca juga:
Bocah 10 Tahun di Tulungagung Tewas Tenggelam Saat Bermain di Dam

"Yang sudah terendam banjir saja harganya anjlok apalagi tidak segera dipanen pasti rugi banyak," ungkapnya.

Tak hanya masalah harga, kondisi ini juga membuat petani kesulitan mendapat pembeli. Nur Rokhim menceritakan sebelum peristiwa banjir tanaman bawang merah miliknya sudah terjual ke seorang pembeli. Hasil panen sawah miliknya yang ditaksir mencapai 4 ton bawang merah dibeli dengan harga Rp82 juta. Namun setelah banjir, harganya turun menjadi Rp70 juta. Meski sudah turun ternyata pembeli tak berani membelinya.

Baca juga:
Aliran Sungai Mampet, Air Meluap dan Rendam Rumah Warga Tulungagung

"Ini saya masih menunggu pembeli lain, yang sebelumnya meski harga sudah turun tapi gak jadi membeli karena terendam banjir," pungkasnya.