Jelang Musim Penghujan, Jasa Tirta Lakukan Mitigasi di Bendungan Karangkates

Sabtu, 07 Nov 2026 15:30 WIB
Reporter :
Avirista Midaada
Bendungan Karangkates di perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar. (Foto: Aris/jatimnow.com))

jatimnow.com - Bendungan Sutami menjadi perhatian Perum Jasa Tirta (PJT) menjelang musim penghujan. Hal ini dikarenakan dengan usia yang tua di atas 50 tahun, Bendungan Sutami atau Bendungan Karangkates, masih menjadi salah satu bendungan besar di Jawa Timur yang jadi penopang kebutuhan air masyarakatnya.

Direktur Utama (Dirut) PJT 1 Fahmi Hidayat mengatakan, sedimentasi atau pendangkalan menjadi tantangan dalam pemeliharaan Bendungan Sutami. Selama ini Bendungan Sutami menjadi bagian dari pengairan Sungai Brantas dari hulu di Kota Batu, dengan kontur beberapa wilayahnya sudah berubah fungsi menjadi lahan terbuka.

"Kalau lihat Sutami, bapak ibu lihat seperti di Batu, kondisinya sangat terbuka, ya. Itu yang memicu erosi permukaan yang tinggi, kemudian membawa tanah, dibawa oleh aliran air di sungai, terjadilah pengendapan atau sedimentasi. Jadi, tapi insyaallah kita terus jaga," ujarnya, Sabtu (7/11/2026).

Baca juga: Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Diminta Waspada

Pengerukan bendungan menjadi salah satu upaya PJT 1 agar Bendungan Sutami, yang sudah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi itu mampu menampung air dengan debit besar di musim hujan. Pihaknya juga terus mendorong konservasi lahan di aliran sungai, baik dari hulu hingga hilir. Hal ini diharapkan menjadi salah satu mitigasi bencana mengantisipasi musim penghujan.

Baca juga: Bawa Bom Molotov Saat Demo, Belasan Pemuda di Malang Ditetapkan Tersangka

"Kita jaga konservasi di hulu, kemudian di Sengguruh kita lakukan ada flushing, di Sutami ada pengerukan. Intinya semua bendungan harus bisa berfungsi selama-lamanya. Tidak boleh bendungan itu dibatasi usianya nanti 50 tahun atau 100 tahun, tapi sebisa mungkin, semaksimal mungkin bendungan itu harus kita bisa manfaatkan selama-lamanya," terangnya.

\

Jika kondisi bendungan di wilayah kerja PJT 1 membaik, ia optimis bila debit air hujan yang turun mampu ditampung secara maksimal. Hal ini membuat ketersediaan air di bendungan bisa tercukupi dan serta menjadi cadangan air ketika musim kemarau tiba.

Baca juga: Kebakaran TPA Supit Urang Malang, Petani Ditetapkan Sebagai Tersangka

"Harapannya potensi yang ada menjadi hujan bisa kita tampung semuanya, tidak menyebabkan banjir, bendungan juga aman. Itu akan pergunakan nanti pada saat musim kemarau depan. Karena El Nino ini sesuai dengan prediksi BMKG, itu masih akan berkelanjutan. Jadi kita harus bisa melakukan mitigasi, adaptasi, melalui salah satunya tampungan-tampungan di waduk harus aman," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Malang

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler