Pixel Code jatimnow.com

Menteri PU Dody Minta Pengawasan Bendungan Ditingkatkan Jelang Musim Hujan

Editor : Yanuar D   Reporter : Avirista Midaada
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Foto: Aris/jatimnow.com)
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Foto: Aris/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta pengawasan waduk dan bendungan ditingkatkan menjelang musim hujan. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan debit air yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik bangunan bendungan.

Menurut Dody, tingginya curah hujan dapat meningkatkan debit sungai yang mengalir menuju waduk dan bendungan. Karena itu, pemantauan kondisi infrastruktur pengairan perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga fungsi dan usia pakainya.

Upaya tersebut juga dinilai penting untuk mendukung program ketahanan pangan, air, dan energi nasional.

“Kan concern-nya itu adalah kita sudah punya begitu banyak bendungan, sudah puluhan tahun yang lalu bahkan ada yang dari zaman Belanda gitu, dan hari ini yang kita sayangkan adalah pendangkalan, kualitas bendungannya menurun, dan seterusnya. Jadi kayak (Bendungan) Sutami itu contoh paling nyata,” kata Dody Hanggodo usai menghadiri Seminar Nasional Bendungan Besar di Universitas Brawijaya (UB), Jumat (6/11/2026) sore.

Saat ini, pemerintah pusat tengah menginventarisasi bendungan dan waduk yang membutuhkan revitalisasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur pengairan di tengah bertambahnya usia bangunan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Bendungan Sutami. Dody mengakui upaya peremajaan infrastruktur tersebut seharusnya dilakukan lebih awal. Meski demikian, menurutnya, revitalisasi tetap perlu segera dijalankan.

Baca juga:
Simpang Empat Mangli Jember Kerap Macet, Kementerian PU Siapkan Solusi

“Sebenarnya kita lumayan agak terlambat ya, lumayan agak terlambat untuk melakukan revitalisasi. Tapi jangan katakan terlambatlah, walaupun memang sudah terlambat. Jadi itu sebenarnya yang pertama kita melihat ke belakang apa yang sudah kita bangun, itu harus wajib kita preserve,” jelasnya.

Selain revitalisasi, Dody juga meminta kalangan akademisi memberikan kajian dan rekomendasi terkait pengelolaan infrastruktur pengairan di Indonesia.

Seperti dalam seminar di Universitas Brawijaya tersebut, pemerintah berharap masukan akademisi dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan bendungan yang sudah ada sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pembangunan bendungan baru.

Baca juga:
Kementerian PU Bangun 50 Bendung dan Revitalisasi Pasar Tanjung Jember

“Bagaimana agar bendungan yang ada itu kita lebih manfaatkan lebih maksimal, ada revitalisasi, kemudian juga kalau misalnya kita memerlukan bendungan-bendungan baru di beberapa titik wilayah seluruh Indonesia. Nanti dari seminar itu kan keluar beberapa rekomendasi-rekomendasi yang kemudian secara bertahap akan kita apa tindak lanjuti secara nyata di lapangan gitu,” tuturnya.

Dody menegaskan, peremajaan dan revitalisasi bendungan menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan air. Optimalisasi infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan manfaat sistem pengairan bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana alam.

“Kalau kemudian belum maksimal untuk mendukung, misalnya katakanlah untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi dan air belum maksimal, kita maksimalkan, dan kita lihat nanti beberapa titik di seluruh Indonesia, mana titik-titik yang masih memerlukan bendungan-bendungan baru dengan segala macam fenomena alam,” tukasnya.