Grup Facebook 'Gay Lamongan' Diikuti Ribuan Anggota, Alarm Bahaya?
Nasional Jumat, 10 Jul 2026 10:10 WIBjatimnow.com - Tanpa disadari, ruang digital perlahan berubah menjadi tempat berkembangnya komunitas perilaku seks menyimpang atau biasa dikenal Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Salah satu bukti yang menonjol tampak terlihat dari aktivitas grup media sosial (Medsos) Facebook 'Gay Lamongan' dengan jumlah anggota mencapai 3.7 ribu.
Melihat postingan yang dibagikan, grup tersebut dengan jelas menampilkan perilaku menyimpang di luar norma agama dan budaya yang berlaku di masyarakat.
Fenomena ini memantik keperihatinan dan tanda tanya besar sejauh mana LGBT hidup dan berkembang di tengah masyarakat Lamongan.
Padahal jika ditilik ke belakang, Polres Lamongan sebenarnya pernah menangani kasus pornografi dengan tersangka dua pria penyuka sesama jenis, pada kisaran Juni 2025.
Tak lama berselang, Polda Jatim juga berhasil meringkus admin dan anggota grup Facebook 'Gay Tuban Lamongan Bojonegoro'.
Langkah Presiden Prabowo Subianto yang baru saja menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 111 tahun 2025 diharapkan menjadi angin segar dalam hal pemberantasan perilaku seks menyimpang. Dalam Perpres tersebut, Prabowo menetapkan budaya LGBT sebagai ancaman nonmiliter.
Kebijakan ini ditetapkan sebagai arahan pertahanan untuk melindungi ideologi, moralitas, dan ketahanan nasional dari pengaruh yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai bangsa.
Merespon hal tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan menyatakan perang terhadap budaya LGBT dan segera melakukan tindak pencegahan.
"Maka dari Kementerian Agama, akan menggulirkan Program Edukasi terkait dengan pencegahan dengan melibatkan tokoh-tokoh agama, juga mengedukasi pada lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama," jelasnya, Jumat (9/7/2026).
Tidak berhenti di situ, lini terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yakni para penyuluh agama, turut dikerahkan secara total untuk memberikan pemahaman secara humanis namun tegas di seluruh penjuru daerah.
"Kemudian edukasi melalui penyuluh-penyuluh kami se-Kabupaten Lamongan. Semoga dengan edukasi ini, LGBT di Kabupaten Lamongan ini bisa kita bendung dan tidak menyebar lagi," pungkasnya.