Menelaah polemik ruang kebudayaan di Surabaya melalui kacamata teka-teki semantik "Bukan Pengosongan". Sebuah refleksi kritis tentang bagaimana ibu kota Jawa Timur memandang sejarah, gamelan, dan ekosistem seni di tengah arus modernitas.
Meimura
Bangunan Sakti Itu Bernama Balai Pemuda Surabaya
Pengosongan ruang seni di Balai Pemuda Surabaya memicu kritik lintas generasi. Artikel ini membahas ironi birokrasi, sejarah Dewan Kesenian Surabaya, dan pentingnya ruang budaya bagi identitas kota.
Balai Pemuda, Surat Pengosongan, dan Teori Pintu Terbuka
Polemik pengosongan Balai Pemuda Surabaya bukan sekadar soal ruang, melainkan tentang ingatan budaya, komunikasi politik, dan paradoks “keterbukaan” yang justru dirasakan menutup pintu bagi para seniman lama.
Tanpa Pamrih di Balai Pemuda
Tanpa Pamrih di Balai Pemuda mengulas perjuangan para seniman Surabaya yang menjaga martabat kebudayaan dengan ketulusan, pengorbanan, dan semangat berkarya tanpa pamrih.
Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto
Meimura sentil eksploitasi alam Mojokerto lewat Ludruk Besutan di UNIM. Simak cara unik sang seniman hidupkan kearifan lokal tanpa gamelan!
Balai Pemuda Dikosongkan, Ruang Ekspresi Seniman Surabaya Menyusut
Pengosongan DKS Balai Pemuda Surabaya tanpa dialog memicu kritik tajam. Meimura sebut Surabaya darurat ruang budaya saat gamelan diangkut paksa.
Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto
Ludruk Besutan tampil di UNIM Mojokerto, angkat isu situs batu dan lingkungan, ajak mahasiswa kenal tradisi.
Meimura Bawa Ludruk Garingan ke Nganjuk, Bedah Filosofi Sambang Putu
Meimura bawa Ludruk Garingan "Sambang Putu" ke Sanggar Ilalang Nganjuk. Simfoni kerinduan kakek-nenek dan regenerasi seni dalam balutan banyolan Besut