jatimnow.com - Cuaca buruk yang masih terus terjadi membuat para nelayan tradisional di Banyuwangi takut melaut. Sebab, hujan deras yang terus mengguyur disertai dengan angin kencang.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi, Hasan Basri mengatakan, selain dipicu cuaca buruk, saat ini ikan hasil tangkapan nelayan juga sepi. Totalnya, ada 13.472 nelayan yang libur massal.
"Kalau ketinggian gelombang masih normal, sekitar 1 meter. Tapi, angin disertai hujan yang membuat nelayan memilih libur massal," ungkap Hasan saat dihubungi jatimnow.com, Kamis (24/1/2019).
Baca juga: Nelayan Munjungan Trenggalek Protes Pencemaran Tambak Udang Ilegal
Pria asal Muncar itu juga menjelaskan, angin kencang tersebut membuat gelombang pecah. Sehingga bisa membahayakan nelayan saat melaut. Hal itu diperparah dengan hujan lebat yang hampir terjadi setiap hari.
"Kebetulan sekarang juga sedang bulan purnama. Jadi, libur total nelayan," tegas Hasan.
Baca juga: 20 Unit Kapal Diserahkan DK2P Tuban untuk 9 Kelompok Usaha Bersama Nelayan
Selain nelayan Muncar, sejumlah nelayan di laut kidul (selatan) Pancer dan Grajagan hingga beberapa pesisir di barat Selat Bali juga turut tak melaut.
Lanjut Hasan, para nelayan di Banyuwangi lebih mengandalkan tangkapan ikan secara tradisional dengan perahu yang bertenaga mesin di bawah 5 GT.
"Radius pelayaran perahu 5 GT maksimal sekitar 2 mil. Karena itu, ketika angin kencang, nelayan memilih libur untuk menghindari kemungkinan musibah di laut," jelasnya.
Baca juga: Nelayan Jember Temukan Perahu Jukung di Nusa Barong, Mesin Hidup Tanpa ABK
Terkait cuaca, Hasan menambahkan mendapatkan update data setiap waktu dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi.
Dirinya berharap cuaca dapat kembali normal. Biasanya, musim ikan akan mulai ramai pada bulan Februari hingga Maret.