Jamas Tombak Kiai Upas, Bupati Marwoto: Tradisi Bisa Menarik Wisatawan

Jumat, 13 Sep 2019 16:31 WIB
Reporter :
Bramanta Pamungkas
Prosesi jamasan pusaka oleh Pemkab Tulungagung

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung menggelar jamasan pusaka Tombak Kiai Upas. Jamasan yang dilakukan setiap tahun, pada hari Jumat Legi bulan suro dalam sistem penanggalan Jawa.

Tombak ini merupakan pusaka milik Pemkab yang saat ini disimpan di area Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Tulungagung. Sebelumnya pusaka ini merupakan milik perseorangan yang kemudian dibeli oleh Pemkab.

Menurut sejarah, Tombak Kiai Upas merupakan pusaka milik Ki Ageng Mangir, menantu Raja Mataram yang menolak tunduk dalam kekuasaan Mataram.

Baca juga: Melihat Tradisi Jamasan Tombak Kiai Upas di Tulungagung

Setelah Ki Ageng Mangir meninggal, tombak ini kemudian disimpan di Pendopo Kanjengan Tulungagung. Selain itu pusaka ini juga berkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung.

Ritual jamasan diawali dengan kirab kesenian Reog dan diiringi dayang atau putri yang membawa air dari 9 sumber. Air tersebut kemudian dicampur dengan kembang tujuh rupa dan digunakan untuk menjamas Tombak Kiai Upas.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo yang turut hadir dalam jamasan tersebut mengatakan kegiatan ini merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun.

Selain melestarikan tradisi, jamasan ini juga bertujuan untuk membersihkan karat yang ada pada bagian mata tombak.

Baca juga: Tradisi Jamasan Pusaka di Situs Totok Kerot Kediri Gunakan 9 Sumber Mata Air

"Jadi yang dijamas tadi hanya mata tombaknya saja, tidak secara keseluruhan," ujarnya, Jumat (13/9/2019).

\

Pihak Pemkab sendiri berencana akan menjadikan jamasan ini sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Maryoto menilai prosesi jamasan bisa mendatangkan wisatawan untuk berkunjung dan menyaksikannya.

Menurutnya hal ini perlu dikordinasikan ke banyak pihak, agar kegiatan jamasan ini bisa menjadi event yang menarik.

"Tentunya jamasan ini akan dikemas sehingga menjadi menarik wisatawan," ujarnya.

Baca juga: Jasa Cuci Pusaka di Jombang Kembali Banjir Orderan Setelah 2 Tahun Pandemi

Setelah ritual, ratusan masyarakat langsung berebut air sisa jamasan. Mereka percaya air tersebut membawa berkah tersendiri, dan bagus untuk kesehatan.

Rindu, salah seorang warga mengaku selalu datang saat upacara berlangsung. Air sisa jamasan ini akan digunakannya untuk mandi dan membersihkan badan.

"Air ini bisa membuat kita awet muda," katanya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler