Bayi Kembar Tiga di Ponorogo Lahir Selamat, Begini Kondisinya

Rabu, 01 Des 2021 18:44 WIB
Reporter :
Mita Kusuma
Bayi kembar tiga yang lahir selamat di Ponorogo

Ponorogo - Bayi kembar tiga di Ponorogo lahir dengan selamat. Ketiga bayi itu adalah anak dari pasangan Syahrul Munir (26) dan Mila Restiani (27), warga Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, kabupaten setempat.

Mila Restiani mengatakan, bayi kembar tiga itu dilahirkannya pada Minggu (28/11/2021) dengan usia kandungan 7 bulan.

Saat bulan pertama hamil, dokter mendiangnosa bahwa Mila hamil di luar kandungan. Dari itu dokter menyarankan Mila untuk periksa kembali pada bulan kedua.

Baca juga: Trending Ponorogo 2021, Dokter Penyelamat Deddy Corbuzier hingga Bayi Kembar 3

"Saya periksa bulan kedua ternyata ada tiga kantong atau tiga titik. Dokter bilang itu kembar tiga," ungkap salah satu pegawai apotek di Ponorogo tersebut, Rabu (1/12/2021).

Mila menjalani kehamilannya seperti layaknya orang hamil dengan satu bayi. Dia mengaku tidak ada keluhan sama sekali.

"Gak ada mual, gak ada muntah. Makanya masih tetap bekerja," tambahnya.

Hingga kehamilannya masuk usia 7 bulan, tepat pada Minggu (28/11/2021), dia merasakan ada cairan yang keluar. Saat itulah dia berangkat dari tempat kerjanya menuju Rumah Sakit Darmayu.

Baca juga: Dua Bayi Kembar di Ponorogo Meninggal Dunia

"Padahal rencananya Desember akan diberikan suntikan untuk memperkuat paru-paru bayi. Tapi belum sampai Desember udah lahir. Ceweknya dua dan cowok satu. Berat badannya untuk yang cewek masing-masing 1,1 kilogram dan cowok 1,3 kilogram," tambahnya.

\

Sementara dokter spesialis anak RS Darmayu, dr Kautsar Prastudia menyebut, bayi kembar tiga itu harus dirawat di NICU.

"Beberapa organ belum waktunya lahir, salah satunya paru-paru belum mateng," tutur dr Kautsar.

Menurutnya, ketiga bayi itu dibantu dengan alat bantu nafas. Pihak rumah sakit juga mengawasi alat pencernaannya, karena belum bisa memberikan minum.

Baca juga: Kondisi Dua Bayi Kembar di Ponorogo Mulai Stabil

"Bayi masih dipuasakan. Kalau diberi minum, saluran pencernaannya belum siap. Nanti malah terjadi pelukaan di saluran pencernaannya," papar dia.

Sehingga nutrisi pada bayi diberikan melalui cairan infus. Itu karena kondisi bayi adalah prematur dengan berat badan sangat rendah.

"Ke depan jika sudah boleh rawat jalan tentu akan ada pemeriksaan sambil rawat jalan. Kondisi pendengaran, mata, berat badan kurang dan kurang bulan," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Ponorogo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler