Foto: Melihat Pembuatan Ongkek untuk Larung Sesaji Pelaksanaan Yadnya Kasada

Rabu, 15 Jun 2022 19:49 WIB
Reporter :
Mahfud Hidayatullah
Masyarakat Suku Tengger memikul ongkek sebagai bentuk sesembahan dalam peringatan Yadnya Kasada. (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

Probolinggo - Warga Suku Tengger akan melarung sesaji ke kawah Gunung Bromo dalam pelaksanaan Yadnya Kasada Tahun 1944 Saka pada Kamis (16/6/2022) dini hari. Mereka mempersiapkan diri dengan membuat ongkek (sesaji) sebagai bentuk sesembahan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bambang Suprapto mengatakan, pembuatan ongkek merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Yandya Kasada sebagai wujud syukur kepada Sang Hyang Widhi.

Umat Hindu Tengger membuat ongkek dari hasil bumi.

Baca juga: FOTO: Kemeriahan Larung Sesaji Yadnya Kasada 1944 Saka di Bromo

"Ongkek itu terdiri dari sejumlah hasil bumi dan dedaunan serta bunga-bunga," kata Bambang, Rabu (15/6/2022).

Ongkek ini, lanjut Bambang, akan dilemparkan ke kawah Gunung Bromo saat peringatan Kasada. Sebelumnya, Dukun Pandita akan membacakan mantra di Pure Poten di lautan pasir Bromo.

"Seusai itu warga membawa ongkek ke atas kawah dan langsung di lempar ke mulut kawah," jelasnya.

Hasil bumi dikumpulkan warga Suku Tengger untuk dibentuk menjadi ongkek.

Baca juga: Dua Calon Dukun Pandita Bakal Jalani Wisuda Mulunen di Puncak Kasada

Sementara itu, mengenai hewan ternak atau harta benda yang biasanya juga dilemparkan ke mulut kawah, masih kata Bambang, itu dikhususkan bagi warga yang memiliki nazar atau niat (janji).

\

"Kalau ongkek itu murni dari hasil bumi," jelasnya.

Dengan pemberian sesembahan diharapkan Gunung Bromo bisa memberikan keberkahan dan kesejahteraan bagi umat Suku Tengger.

"Semoga dijauhkan dari segala mara bahaya serta senantiasa diberikan kesehatan dan kemakmuran," sebutnya.

Baca juga: Jangan Kecele, Wisata Gunung Bromo Bakal Tutup Sementara, Simak Jadwalnya

Selain hasil bumi berupa sayuran, ongkek juga dibuat dari bunga-bunga yang akan dilempar ke kawah Gunung Bromo.

Sementara itu, Yulianto warga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapuran, Kabupaten Probolinggo mengatakan ritual Yadnya Kasada secara rutin digelar setiap tahun pada bulan Kasada.

"Ini merupakan bentuk syukur umat Hindu Tengger di wilayah Malang, Pasuruan Lumanjang dan Probolinggo kepada yang kuasa," jelasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Probolinggo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler