Pemkot Mojokerto Launching Posbindu, Ning Ita: Harapannya ASN Sehat

Jumat, 17 Jun 2022 17:18 WIB
Reporter :
Achmad Supriyadi
Ning Ita meresmikan Pos Binaan Terpadu (Posbindu). (Foto: Candi for jatimnow.com)

Mojokerto - Pos Binaan Terpadu (Posbindu) untuk aparatur sipil negara (ASN) di Kota Mojokerto resmi dilaunching, Jumat (17/6/2022). Posbindu diresmikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sebagai dukungan supaya para ASN bisa selalu sehat.

Pejabat yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan, tujuan dan harapan diresmikannya Posbindu ini agar ASN bisa selalu sehat dan bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Kami ingin mewujudkan SDM di pemkot ini berkualitas, termasuk dari sisi kesehatannya. Dengan ASN sehat, harapannya bisa menjaga produktivitas dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," kata Ning Ita usai peresmian Posbindu.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Raih Penghargaan Peduli Ketahanan Pangan 2023, Ning Ita Beri Pesan Begini

Posbindu ASN dihadirkan oleh pemkot, utamanya melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), serta RSUD dr Wahidin Sudirohusodo. Melalui Posbindu, ASN mendapat skrining penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari: Tidak Makan Beras Tetap Hidup

"Karena PTM ini tergolong silent killer, sehingga perlu dideteksi sedini mungkin. Sehingga melalui fasilitas ini, para ASN ini akan mendapat pemeriksaan rutin agar terhindar dari komplikasi yang tidak diinginkan," ujar Kepala Dinkes P2B, dr Triastutik Sri Prastini saat mendampingi Ning Ita.

\

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Kepala Dinkes P2B, dr Triastutik Sri Prastini meninjau pengecekan kesehatan.

Baca juga: Nonton Wayang Kulit bersama Warga, Wali Kota Mojokerto: Bisa Meningkatkan Indeks Kebahagiaan

Posbindu ASN hadir di pekan ke dua tiap bulannya, yakni hari Rabu dan Kamis di Mall Pelayanan Publik Gajah Mada lantai 4. Para ASN seluruh Kota Mojokerto mendapatkan pemeriksaan secara bergilir di lokasi tersebut.

Setelah dilakukan skrining, ASN yang terdeteksi mengidap PTM akan didata dan dilaporkan ke masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Berikutnya, ASN terdeteksi akan diberi jadwal pengobatan serta monitoring lebih lanjut dari pihak Dinkes P2KB.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Mojokerto

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler