Balita asal Surabaya Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut

Sabtu, 22 Okt 2022 17:25 WIB
Reporter :
Farizal Tito
Anisyah saat menunjukkan foto cucunya yang meninggal akibat gagal ginjal akut. (foto" Farizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Siswa PAUD asal Jalan Kupang Segunting Gang 5, Kecamatan Tegalsari, Surabaya meninggal karena sakit gangguan gagal ginjal akut misterius.

Siswa bernama Muhammad Abizar Al Ghifari (4) itu menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di RSU dr Soetomo, Surabaya pada Minggu (9/10/2022) lalu.

Diceritakan Nenek Abizar, Anisyah (58) bahwa cucunya sakit demam sejak 9 September 2022. Ia kemudian dibawa ke salah satu klinik di Pandegiling dan didiagnosa radang tenggorokan.

Baca juga: Caleg Partai Gerindra Probolinggo, Sidang Gagal Ginjal Akut, Kuliner Sushi

Dalam bebearpa minggu, kondisinya sempat naik turun. Bahkan ia sempat diperiksakan di RS Gotong Royong. Hasilnya pun sama.

Hingga pada 5 Oktober 2022, Abizar sudah tidak bisa BAB dan kencing. Kondisi kesehatannya pun juga terus menurun.

“Sebelum dibawa ke rumah sakit panasnya sempat tinggi. Buang air besar masih bisa, tapi ga bisa kencing sekitar lima hari,” kata Anisyah kepada wartawan, Sabtu (22/10/2022).

Ia menambahkan cucunya ga bisa kencing selama dua hari di rumah pada 7 Oktober. Nah, pada saat itulah ia dibawa ke RS Wiliam Booth dan didiagnosa ginjal akut. Pengakuan Anisa, di dalam keluarga tidak ada yang punya riwayat gagal ginjal.

“Cucu saya sampai dikateter, karena kencingnya ga bisa keluar setetes pun,” lanjut Anisyah.

Sehari setelah dirawat dan didiagnosa gagal ginjal akut di RS Wiliam Booth, ia dirujuk ke RSU dr Soetomo pada 8 Oktober 2022. Setibanya di RSU dr Soetomo, Anisyah mengatakan jika cucunya itu dilakukan hemodialisa atau cuci darah.

Baca juga: 4 Pejabat PT Afi Farma Jalani Sidang Perdana Perkara Gagal Ginjal Akut

“Setelah dilakukan cuci darah, keluarga tak bisa melihat Abizar karena harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU,” bebernya.

\

Selanjutnya Anisyah dipanggil salah satu nakes karena kondisi cucunya kritis pada Minggu (9/10/2022), sekitar pukul 15.00 wib.

"Saya dipanggil dokter, katanya kondisi Abizar genting. Katanya gagal ginjal akut, sampai akhirnya ga ada (meninggal dunia)," cerita Anisyah sambil menahan air matanya.

Diterangkan Anisyah, Abizar adalah cucu pertamanya. Selain itu, ia menjelaskan cucunya tak pernah sakit berat. Namun takdir berkata lain hingga Abizar tutup usia saat melawan sakit yang diderita selama sebulan.

Anisyah menceritakan bahwa sebelum jatuh sakit, Abizar sempat meminum obat sirop unibebi cough syrup. Sementara obat itu termasuk dalam lima obat yang mengandung cemaran etilon glikol (EG) melebihi ambang batas.

Baca juga: KPAI Minta BPOM Lebih Tegas Sikapi Peredaran Obat Berbahaya bagi Anak

"Minum unibebi cough syrup. Kalau panas saya kasih itu, tapi sejauh ini Abi jarang sakit panas. Kalau panas, saya bawa ke puskesmas dulu,” katanya.

Anisyah menceritakan, jika Abizar pernah mengonsumsi obat tersebut ketika sakit saat usianya sekitar dua tahun. Setelah mengkonsumsi obat tersebut, cucunya merasa lebih baik dan sembuhnya lebih netral.

Ia tak mengetahu jika obat tersebut mengandung cemaran EG. Bahkan saat cucunya awal sakit pada 9 September 2022, kasus gangguan gagal ginjal akut misterius dan obat sirup yang mengandung cemaran EG belum seramai saat ini.

"Kalau unibebi cough ga boleh, kenapa tidak dari dulu-dulu. Umur dua sampai empat tahun masih pakai itu kalau sakit. Sepertinya ya manjur. Tapi jarang panas anaknya,” cerita dia.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler