jatimnow.com - Ribuan warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terancam mengalami krisis air bersih yang serius seiring berlanjutnya musim kemarau panjang tahun 2023. Mereka terpaksa bergantung pada dropping air untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, krisis air ini telah memengaruhi 13 desa di 6 kecamatan. Total populasi yang terdampak mencapai 7.412 jiwa.
“Upaya dropping air telah dimulai,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radit Suryo Anggono, Rabu (7/9/2023).
Baca juga: BPBD Tulungagung dan Dinas PUPR Kaji Penyebab Lubang Misterius
Dia menjelaskan, beberapa desa-desa yang terkena dampak adalah Desa Karanggede di Kecamatan Arjosari, Desa Ploso dan Mendolo Kidul di Kecamatan Punung, serta Desa Belah, Sawahan, dan Gedombol di Kecamatan Donorojo.
Selain itu, Desa Plumbungan dan Katipugal di Kecamatan Kebonagung, Desa Pitungsinaran dan Ngunut di Kecamatan Bandar, dan ada juga yang terkena dampak di Kecamatan Pacitan Kota di Desa Sambing.
Baca juga: Wabup Jember Kunjungi BPBD dan Damkar, Pastikan Kesiapan Fasilitas Penyelamatan
“Info ini masih berdasarkan permohonan 13 desa. Potensi kekeringan akan terus kami pantau," kata Radit.
Radit juga membandingkan situasi saat ini dengan kemarau terparah pada tahun 2019. Dia mencatat bahwa jumlah desa yang terdampak jauh lebih rendah saat ini, menunjukkan tren penurunan dalam dampak kemarau.
Sementara itu, Sekda Pacitan, Heru Wiwoho, menekankan pentingnya warga yang menghadapi krisis air segera menghubungi BPBD Pacitan.
Baca juga: 39 Rumah di Pasuruan Rusak Parah Diterjang Puting Beliung
"Warga harus memberikan informasi kepada kita di Pemkab. Bisa menghubungi BPBD melalui call center. Namun, perlu diingat bahwa cakupan kekeringan telah berkurang karena adanya program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pansimas)," tambahnya.
Situasi ini memicu kebutuhan mendesak akan upaya pemulihan air bersih di Kabupaten Pacitan, dan pemerintah setempat berkomitmen untuk memberikan dukungan seefektif mungkin kepada warganya yang terdampak.