Dampak KA Pandalungan Anjlok, KAI Rekayasa Perjalanan Commuter Line di Jatim

Minggu, 14 Jan 2024 18:48 WIB
Reporter :
Gerhana
Suasana Stasiun Kota Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)oto : Gerhana

jatimnow.com - PT KAI Commuter melakukan rekayasa operasional perjalanan KA Commuter Line atau sering pula disebut KA Lokal. Hal ini dampak dari anjloknya Kereta Api (KA) Pandalungan di wilayah Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo pada Minggu (14/1/2024), pagi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan, seluruh perjalanan KA Commuter Line dari arah Surabaya tujuan Sidoarjo - Pasuruan/Malang - Blitar, seperti KA Commuter Line Penataran, maka perjalanan yang ada hanya sampai ke Stasiun Sidoarjo. Dan, untuk selanjutnya kembali ke arah Surabaya.

Pihaknya juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ada, dan terus melakukan koordinasi dengan PT KAI Daop 8 Surabaya.

Baca juga: Genap Setahun Beroperasi, KA Pandalungan Layani 100 Ribu Warga Tapal Kuda

"Kemudian, untuk pelayanan perjalanan KA Commuter Line Tumapel dibatalkan," kata Anne pada Minggu (14/1/2024).

Baca juga: Hantam Rombongan Ponpes Sidogiri, KA Pandalungan Terlambat Sampai Jember

Rekayasa yang sama juga dilakukan untuk perjalanan KA Commuter Line dari arah Malang tujuan Sidoarjo dan Surabaya, seperti KA Commuter Line Penataran. Untuk KA Commuter Line tersebut, perjalanannya hanya sampai di Stasiun Bangil, lalu kembali ke arah Malang.

\

"Sementara untuk pelayanan perjalanan Commuter Line Supas (Pasuruan - Sidoarjo) dibatalkan," katanya.

Baca juga: KA Pandalungan Relasi Gambir - Jember Alami Keterlambatan Gegara Banjir Semarang

Lebih lanjut, untuk pelayanan perjalanan KA Commuter Line Penataran (432) relasi Blitar tujuan Surabaya Kota hanya sampai di Stasiun Tanggulangin. Selain itu, bagi penumpang KA Commuter Line Penataran (432) yang tertahan di Stasiun Tanggulangin tersebut, dapat membatalkan serta melakukan pengembalian tiket.

"Bagi penumpang dapat membatalkan tiketnya dan mendapatkan pengembalian seluruh biaya tiket. Untuk prosesnya, kami melayani sampai dengan H plus 7," katanya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Malang

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler