Pixel Code jatimnow.com

Bocah 13 Tahun di Malang Hanyut Terbawa Arus Saluran Air

Editor : Bramanta   Reporter : Avirista Midaada
Foto: Proses pencarian bocah 13 tahun hanyut di Malang (Malang Selatan Resque/jatimnow.com)
Foto: Proses pencarian bocah 13 tahun hanyut di Malang (Malang Selatan Resque/jatimnow.com)

jatimnow.com-Bocah berusia 13 tahun di Malang terbawa arus saluran irigasi saat bermain di tengah kondisi hujan. Korban berinisial OPR (13) siswa kelas 7 SMP swasta di Sumbermanjing Wetan itu hilang saat bermain di saluran irigasi persawahan di Desa Druju RT 2 RW 1, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengungkapkan, insiden hilangnya bocah berusia 13 tahun terjadi pada Selasa siang (17/2). Saat itu korban berinisial OPR tengah bermain bersama tiga orang temannya di saluran irigasi.

"Korban tengah bermain di atas irigasi sekitar pukul 13.45 Selasa siang, karena hujan lebat dan arus air irigasi naik dan cukup deras, korban tiba-tiba terseret arus saluran irigasi saat bermain," ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ketiga rekannya sempat mencari keberadaan korban. Tapi derasnya arus saluran air membuat korban tak dapat ditemukan. Selanjutnya ketiga rekannya melaporkan kejadian itu ke keluarganya masing-masing dan diteruskan ke petugas pencarian gabungan.

"Kami tengah melakukan penyisiran saluran irigasi air hujan hinga mengarah ke Sungai Lesti, hingga pada saat dilaporkan ini masih belum ditemukan," ucapnya.

Baca juga:
Kandang Ayam di Malang Roboh, 2 Pekerja Tewas Tertimpa Struktur Bangunan

Di sisi lain, Plt BPBD Kabupaten Malang Purwoto menjelaskan, tim dari BPBD Kabupaten Malang dibantu unsur SAR dari Basarnas dan Malang Selatan Resque sudah melakukan pencarian sejak Selasa sore hingga Rabu pagi ini.

Pencarian dengan menelusuri aliran saluran air drainase hingga ke muaranya di Sungai Lesti. Selain itu pencarian juga dilakukan dengan menelusuri dari daratan tepian sungai, termasuk menggunakan peralatan perahu di Sungai Lesti.

Baca juga:
Melihat Aktivitas Ibadah Warga Binaan Lapas Malang di Bulan Ramadan

"Kami mendapatkan informasi tersebut dan melaksanakan penyisiran saluran irigasi hingga sungai Lesti, saat ini belum juga ditemukan," ucap Purwoto, dikonfirmasi terpisah.

Menurutnya, proses pencarian korban saat ini dipimpin oleh Basarnas Kantor Surabaya melalui kantor perwakilan Malang Raya. Puluhan orang tim gabungan dikerahkan, termasuk melibatkan unsur TNI Polri, relawan kebencanaan, dan warga sekitar lokasi aliran sungai. "Hingga saat ini kami masih menelusuri," pungkasnya.