jatimnow.com - Mahasiswa Jember yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jember (AMJ) menggelar demo di Polres Jember, Sabtu (30/8/2025).
Ada 5 poin tuntutan mahasiswa, diantaranya pencopotan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, penindakan hukum transparan bagi pelaku sesuai Pasal 338 RKUHP, pencabutan jabatan delapan oknum yang terlibat, reformasi menyeluruh di tubuh Polri, hingga kecaman terhadap tindakan represif dari aparat.
Aksi mahasiswa ini sempat pecah dan menemui ketegangan. Mereka membakar ban dan membacakan puisi perjuangan di depan pengaman polisi.
Baca juga: Polisi Tangkap 14 Orang Dalam Kerusuhan di Kota Kediri, Selidiki Aktor Intelektual
"Bakar ban adalah tanda bahwa semangat kami tidak akan padam. Puisi dan teatrikal adalah suara rakyat yang selama ini dibungkam,” kata Perwakilan Aliansi BEM Se-Jember, Alfin Maulana.
Baca juga: Kapolres Kediri Kota Minta Massa Tak Anarkis Lagi, Ancam Tindakan Tegas Terukur
Mereka juga menampilkan teatrikal yang menggambarkan tragedi tewasnya driver Ojol, Affan Kurniawan.
Alfin mengatakan, aksi mahasiswa ini bukan sekedar menunjukkan rasa emosi. Melainkan juga wujud kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Baca juga: Gedung Pemkab Kediri Dibakar Massa, Mas Dhito: Rasa Sesak di Dada itu Nyata
"Kami hadir dengan kesadaran penuh bahwa Polri harus direformasi total agar kembali sesuai tugas dan fungsinya. Berikan keadilan untuk Affan! Reformasi Polri sekarang juga,” tegasnya, menambahkan.