Pixel Code jatimnow.com

Kronologi Meninggalnya 1 Tahanan Politik di Rutan Medaeng Surabaya

Editor : Ni'am Kurniawan  
Alfarisi bin Rikosen
Alfarisi bin Rikosen

jatimnow.com - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya Medaeng, Tristiantoro Adi Wibowo, membenarkan adanya seorang tahanan yang meninggal dunia pada Selasa (30/12/2025) pagi. Tahanan tersebut diketahui bernama Alfarisi bin Rikosen (21).

“Iya benar, tadi pagi ada yang meninggal dunia,” ujar Tristiantoro saat dikonfirmasi, Rabu (30/12/2025).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian tidak terdapat laporan adanya masalah kesehatan serius yang dialami Alfarisi. Bahkan, pada malam sebelumnya Alfarisi sempat menitipkan pesan kepada rekan satu selnya agar dibangunkan untuk melaksanakan Salat Subuh.

“Namun pada pagi harinya yang bersangkutan mengalami kejang-kejang,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, rekan satu sel segera membawa Alfarisi ke poliklinik Rutan Medaeng untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski telah dilakukan upaya penanganan oleh petugas kesehatan, nyawa Alfarisi tidak tertolong.

Baca juga:
1 Tahanan Politik Meninggal di Rutan Medaeng Surabaya

“Sudah diupayakan penanganan di poliklinik kami, tetapi yang bersangkutan meninggal dunia. Diagnosis akhirnya adalah gagal pernapasan,” jelas Tristiantoro.

Terkait riwayat kesehatan, pihak rutan kemudian melakukan konfirmasi kepada keluarga setelah Alfarisi dinyatakan meninggal dunia. Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa Alfarisi memang memiliki riwayat kejang sejak kecil.

“Setelah kami konfirmasi ke keluarga, ternyata yang bersangkutan memang sejak kecil sering mengalami kejang. Selain itu, teman satu sel juga pernah bercerita bahwa Alfarisi sempat mengalami kejang saat masih berada dalam tahanan kepolisian,” ungkapnya.

Baca juga:
Saiful Amin Dipindahkan ke Lapas Kediri, Penasihat Hukum Minta Sidang Dipercepat

Atas peristiwa tersebut, Tristiantoro menyampaikan duka cita mendalam. Ia menyebut pihak rutan turut kehilangan atas meninggalnya Alfarisi.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kami turut kehilangan seorang aktivis,” pungkasnya.