jatimnow.com-Ratusan pelajar di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung mengalami diare setelah mengkomsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu MBG yang diduga menyebabkan diare ini adalah yang dibagikan pada Senin (19/1/2026) kemarin. Hingga saat ini belum ada laporan pelajar yang mendapat perawatan di puskesmas atau rumah sakit. Pihak Dinas sendiri masih melakukan pemantuan ke seluruh Puskesma jika terdapat siswa yang menunjukkan gejala keracunan.
Waka Kesiswaan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, Yuga Hermawan mengatakan, kasus ini bermula saat pelajar mendapatkan jatah MBG dari SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan di Desa Moyoketen, Kecamatan Kecamatan Boyolangu, Tulungagung kemarin. Menu MBG yang dibagikan berisi nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, semangka, selada dan wortel. Menu MBG ini dibagikan kepada pelajar dan tenaga pendidik. Setelah mengkomsumsi MBG, tidak ada keluhan gejala dari pelajar atau guru.
"Tapi setelah pulang sekolah, beberapa waktu banyak pelajar mengaku mulai diare. Tepantnya setelah magrib," ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Tak Terima Dimutasi, ASN di Tulungagung Tak Masuk Kantor
Hari ini Yuga banyak menerima laporan pelajar yang terlambat masuk kelas. Setelah dikonfirmasi, ternyata pelajar yang terlambat masuk kelas disebabkan karena diare. Selain itu Selain itu, banyak pelajar yang datang ke UKS untuk meminta obat diare. Bahkan toilet sekolah dipenuhi antrean pelajar. Total ada sekitar 80 persen pelajar dan tenaga pendidik yang mengalami keluhan diare.
Baca juga: 30 Persen Ruang Terbuka Hijau di Tulungagung Perlu Perbaikan
"Data sementara ada 123 pelajar yang ke UKS karena keluhan diare. Mereka meminta obat diare ke UKS," tuturnya.
Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian ini kepada SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan. Hasilnya, menu MBG hari ini ditarik kembali dan tidak dibagikan kepada pelajar dan tenaga pendidik. Selain itu, pihak sekolah juga memutuskan untuk memulangkan pelajar lebih awal. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi. Mengingat banyak pelajar yang tidak masuk sekolah karena izin sakit.
Baca juga: Keren, Perempuan di Tulungagung Ubah Limbah Galon Menjadi Pot Karakter
"Untuk pelajar yang dirawat di puskesmas atau rumah sakit kami masih mencari informasi kepada wali murid," pungkasnya.