jatimnow.com - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Surabaya pada Jumat (6/3/2026) siang memakan korban. Seorang pengendara motor, Laeli Wijayanti (47), meninggal akibat tertimpa reruntuhan tembok bangunan dari lantai empat ruko di Jalan Kebraon Indah Permai Blok J, Karangpilang, Surabaya.
Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Korban yang diketahui merupakan warga Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, tengah melintas di lokasi kejadian tepat saat hujan deras disertai angin berlangsung.
Ketua RW 13 Kelurahan Kebraon, Setiagil, mengonfirmasi kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, korban saat itu berkendara dari arah barat dan baru saja memasuki kawasan Blok J.
“Saat dia melintas, kondisi memang sedang hujan deras dan angin kencang. Tiba-tiba saja, tembok di lantai empat bangunan ruko jatuh menimpa korban,” terang Setiagil.
Usai tertimpa bongkahan material, korban ditemukan warga dalam kondisi telungkup di tengah jalan. Warga sekitar yang panik segera mengevakuasi tubuh korban ke pinggir jalan yang lebih aman sebelum bantuan medis tiba.
Berdasarkan kesaksian warga di sekitar lokasi, tembok yang ambruk tersebut bukan berasal dari bangunan yang dihuni, melainkan ruko terbengkalai.
Baca juga:
Hujan dan Angin Kencang, Pohon Trembesi Tumbang Timpa Koramil Arjasa Jember
Budi (55), sekuriti perumahan setempat yang berada tak jauh dari titik kejadian, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Dari pos jaga, ia melihat korban berbelok masuk ke jalan perumahan saat hujan sedang lebat-lebatnya.
“Saya dengar suara breek keras sekali. Awalnya saya kira ada pohon roboh. Waktu saya lari untuk mengecek, ternyata tembok yang ambruk. Saya lihat korban sudah jatuh dan posisinya saat itu tidak memakai helm,” ungkap Budi.
Budi menambahkan bahwa bangunan tersebut merupakan aset milik pengembang yang sudah sangat lama dibiarkan tak terurus. “Itu ruko kosong milik pengembang. Dulu katanya mau dibuat pasar, tapi sudah dibiarkan kosong lebih dari 20 tahun,” jelasnya.
Baca juga:
Hujan Angin Terjang Lamongan, Rumah hingga Pasar Rusak
Meski sempat mendapat pertolongan pertama dari warga dan dilarikan ke fasilitas kesehatan, nyawa Laeli tidak dapat diselamatkan akibat luka parah yang dideritanya.
Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, AKP Kusmianto, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah menangani kasus ini. Ia menjelaskan bahwa korban menghembuskan napas terakhirnya saat berada di ruang perawatan.
“Setelah dievakuasi warga, korban langsung dibawa untuk mendapat perawatan medis. Namun, pada saat penanganan di Rumah Sakit Siti Khadijah, korban secara resmi dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga,” tutup AKP Kusmianto.