jatimnow.com - Sebanyak 99 siswa dan 13 guru SMPN 1 Umbulsari Jember mengalami mual dan diare usai menyantap ayam bakar dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kemarin 4 Februari 2026. Berdasarkan laporan, hingga hari ini 6 siswa masih dirawat di puskesmas.
Salah satu wali murid menyebut, peristiwa itu terjadi pada Rabu 4 Februari. Anaknya selamat dari dugaan keracunan itu karena urung memakannya.
"Kejadian itu Rabu kemarin, dapat makanan MBG menunya ayam bakar. Menurut anak saya, ayamnya itu yang luarnya nampak matang, tapi dalamnya itu ada beberapa yang masih ada darahnya," cerita salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Jauh dari Standar Gizi, Dewan Pendidikan Lamongan Desak MBG Dihentikan Selama Ramadan
"Kebetulam anak saya tidak memakan ayam itu, jadi anak saya aman. Anak saya makan, tapi lihat gak beres tidak dimakan, hanya makan lainnya," ungkapnya.
Hari ini, menurutnya sempat ada kiriman MBG lagi ke sekolah anaknya. Namun, karena banyak yang mengalami mual dan diare, terpaksa pihak sekolah menghentikan.
"Tadi itu distop sementara, soalnya efek MBG yang kemarin itu di sekolah banyak yang diare, mual, seperti itu. Ada yang gejala seperti itu dan sama gurumya sudah disuruh pulang dan ada yang lemas dibawa ke puskemas," jelasnya.
Informasi dari anaknya, menu MBG Rabu kemarin yakni ayam, sayur kol, mentimun, kacang panjang, sambal, nasi, tahu. Dugaan siswa, ayamnya kurang matang.
Baca juga: Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri, Diduga Lakukan Penipuan-Sajikan Menu Tak Layak
"Di sekolah juga ada yang diinfus tadi. Gurunya silent sekali, di grup wali murid tidak diinfokan sama sekali," ujarnya.
Salah satu guru SMPN 1 Umbulsari Jember, Wiyono mengakui, bahwa kemarin datangnya MBG memang tidak seperti biasanya. Makanan telat satu jam karena kendala dapur.
"Memang SPPG telat datangnya, memang ada konfirmasi ada masalah di dapur (SPPG). Biasanya jam 10 sudah nyampe di sekolah, tapi ini jam 11. Dari ketelatan itu, mungkin karena mengejar waktu, masakannya itu cepat-cepat," terangnya.
"Dari anak-anak yang dimakan, itu menunya ayam panggang itu sebagian ada darahnya saat dicuil, atau kurang matang saat saya di kelas 8F. Saya menunggu sampai selesai makannya," lanjutnya.
Baca juga: Kementan Bangun Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Lereng Gunung Kawi Malang
Memang tadi bapak wakil kepala sekolah tanya ke anak-anak, bagi siapa yang semalam diare angkat tangan.
"Banyak yang angkat tangan. Ada dari 7F, 9B, dan lainnya. Yang mules diizinkan pulang dan yang lemas dibawa ke puskesmas. Katanya masih ada 6 d puskesmas," kata Guru Matematika itu.
Dia pun mengakui untuk sementara, pihak sekolah menghentikan atau tidak menerima MBG karena anak-anak masih trauma dan masih ada yang pemulihan.