Mbak Vinanda Pimpin HLM TPID, Ajak Kolaborasi Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan

Jumat, 13 Feb 2026 14:05 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Jumat (13/2/2026). Pertemuan bertajuk “Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pasokan Selama Bulan Ramadhan serta Menjelang Idul Fitri 1447 H” ini digelar untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok selama momentum hari besar keagamaan.

Dalam arahannya, Mbak Vinanda menyampaikan bahwa dalam waktu dekat masyarakat akan merayakan Imlek dan menjalani ibadah puasa Ramadhan. Momentum tersebut diperkirakan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, konsumsi rumah tangga, serta mobilitas masyarakat, terutama karena adanya libur panjang.

“Hal ini tentu berdampak pada peningkatan konsumsi dan pergerakan masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Kediri Gelar Operasi Pasar Murni di 13 Titik Selama Ramadan, Harga Lebih Murah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2026 Kota Kediri mengalami deflasi sebesar 0,37 persen yang dipicu penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu, secara year on year tercatat inflasi sebesar 3,30 persen.

Menurutnya, inflasi tahunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis, kelancaran distribusi antarwilayah, kondisi iklim dan cuaca, serta pola konsumsi masyarakat pada momen-momen tertentu.

Mbak Vinanda mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke pasar dan menemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, bahkan ada yang cukup signifikan. Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah strategis dan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas.

Baca juga: PKH Plus Tahap 1 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

“Saya ingin menegaskan beberapa langkah strategis. Kita perlu memastikan harga tetap stabil, dan ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” jelasnya.

\

Adapun langkah yang ditegaskan meliputi pemetaan stok dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kota Kediri, memastikan kelancaran distribusi serta pengawasan guna mencegah penimbunan dan hambatan distribusi. Jika diperlukan, Pemkot akan menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara terukur dan tepat sasaran.

Selain itu, pemantauan harga akan dilakukan secara intensif agar pemerintah dapat segera melakukan intervensi apabila terjadi lonjakan harga.

Baca juga: Mbak Vinanda Sidak Sentra Takjil di Kediri, Pastikan Jajanan Aman dan Terawasi

“Di momen Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri, permintaan masyarakat meningkat. Semoga melalui pertemuan ini kita dapat merumuskan langkah konkret untuk menjaga inflasi di Kota Kediri tetap terkendali,” tegas wali kota termuda tersebut.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyebutkan sejumlah komoditas penyumbang deflasi Januari 2026, antara lain cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, bensin, kangkung, bayam, sawi hijau, tomat, angkutan udara, dan wortel.

Adapun komoditas penyumbang inflasi secara year on year meliputi tarif listrik, emas perhiasan, beras, taman kanak-kanak, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, dan sejumlah komoditas lainnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler