Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Selasa, 14 Jul 2026 11:30 WIB
Reporter :
Sugianto
Kepala Puskemas Ajung, dr Nur Rakhman Ahadi (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Ratusan warga di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, tercatat mengidap penyakit kronis, dengan kasus tertinggi didominasi oleh hipertensi dan diabetes melitus. Namun, data resmi tersebut diyakini hanyalah fenomena gunung es, lantaran masih banyak warga yang tak terdata karena enggan atau takut memeriksakan kesehatannya.

Kepala Puskesmas Ajung, dr. Nur Rakhman Ahadi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 235 pasien penyakit kronis yang masuk dalam pendataan dan penanganan medis pihaknya.

"Sekitar 235 kalau tidak salah, itu yang ketahuan. Yang tidak ketahuan banyak," bebernya, Senin (13/6/2026).

Baca juga: Puskesmas di Surabaya Tetap Buka Selama Ramadan 2026, Ini Jadwal Layanannya

Ia mengingatkan, kecenderungan masyarakat yang lebih memilih menutupi kondisi kesehatannya justru sangat berbahaya. "Padahal kalau sudah ketahuan, sekarang ada obatnya, dan bisa kembali sehat," ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Nur Rakhman menyoroti bahaya diabetes melitus yang kerap dijuluki sebagai ibu dari segala penyakit. Penyakit ini memicu rentetan komplikasi fatal jika dibiarkan tanpa penanganan.

"Terutama kencing manis bisa jadi mempunyai komplikasi yang banyak, karena bisa kena stroke, hipertensi, serangan jantung. Maka disebutkan, diabetes ini dikatakan ibu dari segala penyakit," ungkapnya.

Ia juga mencatat pergeseran tren usia pasien. Penyakit kronis kini tidak lagi memandang usia lanjut, terbukti dari temuan pasien di wilayahnya yang baru menginjak usia 40 tahun.

Baca juga: Panduan Puasa Ramadan bagi Pasien Ginjal dan Lambung

Meski faktor keturunan atau genetik turut berpengaruh, dr. Nur Rakhman menegaskan bahwa gaya hidup adalah penentu utama. Ia mewanti-wanti masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan yang memicu obesitas dan penyakit kronis.

\

"Jangan terlalu banyak makan manis-manis, tinggi karbohidrat, termasuk gorengan, semua produk yang memiliki kandungan pemanis tinggi," pesannya.

Ia melanjutkan, bagi warga yang sudah telanjur terjangkit, komplikasi masih sangat bisa dicegah melalui kedisiplinan mengonsumsi obat.

Baca juga: Siswa SD Surabaya Raih Emas Internasional dengan Inovasi Deteksi Sesak Napas

"Cukup sekali sehari obatnya, dan efek sampingnya seminimal mungkin. Bisa di konsumsi seumur hidup, sehingga aman dan terkendali," jelasnya.

Guna menjaring warga yang belum terdata dan mempermudah akses layanan deteksi dini, Puskesmas Ajung kini mengoptimalkan program Posyandu Integrasi Layanan Primer.

"Kalau dulu posyandu hanya untuk balita dan ibu hamil, sekarang semua umur sampai lansia bisa. Biar bisa terkendali, sehingga tidak muncul komplikasi," kata dia.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jember

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler