Gus Yusuf Terima Dinamika Muktamar dengan Legawa, Ajak Pendukung Menjaga Keutuhan NU

Minggu, 30 Agu 2026 22:33 WIB
Reporter :
jatimnow.com
KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. (Foto: Istimewa)

jatimnow.com — KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menyatakan menerima dengan legawa seluruh proses dan dinamika yang terjadi pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Ia pun mengajak seluruh pendukung dan simpatisannya untuk tetap tenang, menahan diri, serta bersama-sama menjaga suasana muktamar agar tetap aman dan kondusif.

“Dalam sebuah muktamar, perbedaan pandangan dan dinamika merupakan bagian dari proses organisasi. Apa pun hasilnya harus kita sikapi dengan kedewasaan, kejernihan hati, dan tetap mengutamakan kemaslahatan jam’iyah,” kata Gus Yusuf di Jombang, Minggu (30/8/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, itu meminta para pendukungnya tidak terpancing oleh provokasi maupun melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Persaudaraan, kehormatan para kiai, dan keutuhan Nahdlatul Ulama menurutnya harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Baca juga: Aturan Iddah Politik Dinilai Sengaja untuk Jegal Gus Yusuf Chudlori

“Saya mengimbau seluruh sahabat dan pendukung untuk tetap tenang. Jangan ada tindakan atau pernyataan yang justru mengganggu kondusivitas muktamar. Kita jaga marwah para kiai, persaudaraan sesama Nahdliyin, dan keutuhan rumah besar NU,” ujarnya.

Gus Yusuf juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para kiai, pengurus wilayah dan cabang, relawan, serta seluruh pihak yang telah membersamai ikhtiar tersebut. Dukungan yang diberikan merupakan amanah sekaligus energi untuk terus memberikan manfaat bagi NU dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada NU tidak ditentukan oleh jabatan ataupun hasil kontestasi. Berada di dalam maupun di luar struktur, dirinya akan tetap bekerja untuk memperkuat pesantren, pendidikan, layanan kesehatan, kemandirian ekonomi, dan pelayanan sosial bagi warga Nahdliyin.

“Khidmat kepada NU tidak bermula dari jabatan dan tidak berhenti karena jabatan. Baik melalui jalur struktural maupun kultural, insyaallah saya akan tetap berkhidmat. NU adalah rumah pengabdian kita bersama,” tegasnya.

Baca juga: Iddah Politik Jadi Bola Panas Muktamar NU ke-35, Kiai Sepuh Diminta Turun Tangan

Gus Yusuf berharap seluruh rangkaian muktamar dapat diselesaikan dengan mengedepankan musyawarah, akhlakul karimah, dan semangat rekonsiliasi. Setelah muktamar berakhir, ia mengajak seluruh elemen NU kembali bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan umat dan bangsa.

\

“Kontestasi akan selesai, tetapi persaudaraan dan khidmat tidak boleh berakhir. Saatnya kembali guyub, merawat NU, dan bekerja bersama untuk umat,” pungkas Gus Yusuf.

Ketua Koordinator Nasional Guyub Nusantara, KH M. Furqon, menegaskan bahwa sikap legawa Gus Yusuf mencerminkan kedewasaan seorang pemimpin yang senantiasa mengutamakan persatuan dan kepentingan besar Nahdlatul Ulama.

Salah satu tokoh yang selama ini membersamai Gus Yusuf safari silaturahmi ke 464 PCNU di seluruh Indonesia itu, menilai bahwa perjalanan konsolidasi yang dilakukan bersama Gus Yusuf bukan semata-mata untuk kepentingan muktamar, melainkan ikhtiar menyerap aspirasi, menyambung persaudaraan, dan memperkuat jejaring pengabdian NU hingga ke daerah.

Baca juga: Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

“Kami berharap seluruh pendukung dan sahabat Gus Yusuf mengikuti imbauan beliau: tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak terpancing oleh keadaan. Sikap terbaik saat ini adalah menjaga persaudaraan serta kehormatan jam’iyah,” kata KH M. Furqon.

Ia menambahkan, berakhirnya kontestasi bukan berarti berakhir pula ikhtiar yang selama ini telah dibangun. Seluruh jaringan Guyub Nusantara dan para pendukung Gus Yusuf diharapkan terus berkontribusi membangun NU pada semua tingkatan, baik di pusat, wilayah, cabang, hingga ranting.

“Safari ke 464 PCNU telah membentuk jalinan silaturahmi dan semangat khidmat yang sangat kuat. Modal sosial ini harus terus dirawat untuk memperkuat pesantren, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pelayanan kepada umat. Jabatan boleh datang dan pergi, tetapi khidmat kepada NU harus terus berjalan,” ujarnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jombang

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler